Demi Jalan Tetap Aman, Tim URC DPUPR Jember Rempes Pohon di Jalan Wahid Hasyim Kaliwates
- 26 Agustus 2026
- Dibaca 23 Kali
Bagikan Via:
Demi Jalan Tetap Aman, Tim URC DPUPR Jember Rempes Pohon di Jalan Wahid Hasyim Kaliwates
JEMBER, 25 AGUSTUS 2026 - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jember melalui Tim Unit Reaksi Cepat (URC) kembali melakukan penanganan di sejumlah titik yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan pengguna jalan. Kali ini, Tim URC melaksanakan kegiatan rempesan pohon di kawasan Jalan Wahid Hasyim, Kabupaten Jember pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya DPUPR Kabupaten Jember dalam menjaga kondisi infrastruktur pendukung jalan, termasuk memastikan ruang jalan tetap aman dan nyaman untuk digunakan oleh masyarakat. Pohon yang berada di sekitar ruas jalan perlu mendapatkan perhatian secara berkala, terutama apabila pertumbuhan dahan dan ranting mulai mendekati badan jalan atau berpotensi mengganggu pengguna jalan.
Rempesan dilakukan dengan memangkas bagian-bagian pohon yang dinilai sudah terlalu rimbun atau menjulur ke arah jalan. Tim URC bekerja secara langsung di lapangan dengan memperhatikan kondisi sekitar agar proses pemangkasan dapat berjalan dengan aman dan tidak menimbulkan gangguan yang lebih besar bagi masyarakat.
Keberadaan pohon di sepanjang jalan pada dasarnya memiliki banyak manfaat. Selain membuat suasana lebih teduh, pepohonan juga menjadi bagian penting dari lingkungan perkotaan. Namun, ketika dahan dan ranting tumbuh terlalu lebat, kondisi tersebut juga perlu ditangani. Terlebih pada ruas jalan yang memiliki aktivitas kendaraan dan masyarakat cukup tinggi.
Koordinator Wilayah (Korwil) Kota DPUPR Kabupaten Jember, Sariyanto, menyampaikan bahwa kegiatan rempesan merupakan salah satu bentuk respons terhadap kondisi yang ditemukan di lapangan.
“Rempesan ini kami lakukan untuk menjaga agar pohon di sekitar jalan tetap tertata dan tidak mengganggu pengguna jalan. Kami juga melihat kondisi dahan dan ranting yang sudah cukup lebat, sehingga perlu dilakukan pemangkasan agar lebih aman,” ujarnya.
Menurutnya, penanganan seperti ini tidak hanya dilakukan ketika terjadi persoalan, tetapi juga menjadi bagian dari pemeliharaan rutin yang dilakukan berdasarkan kondisi di lapangan. Tim URC dituntut untuk dapat bergerak cepat ketika menemukan adanya kondisi yang membutuhkan penanganan.
“Prinsipnya kami berusaha memberikan respons secepat mungkin terhadap kondisi yang dapat mengganggu masyarakat. Tim di lapangan terus melakukan pemantauan, sehingga apabila ada bagian pohon yang perlu dirempes atau kondisi lain yang membutuhkan penanganan, bisa segera ditindaklanjuti,” tambahnya.
Kegiatan di Jalan Wahid Hasyim juga menjadi contoh bahwa pemeliharaan fasilitas di ruang publik tidak selalu berkaitan dengan pekerjaan konstruksi berskala besar. Hal-hal yang terlihat sederhana, seperti pemangkasan dahan pohon, tetap memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Dahan pohon yang terlalu panjang atau menjulur ke badan jalan dapat mengurangi ruang gerak kendaraan. Selain itu, ranting yang terlalu berat juga memiliki risiko patah, khususnya ketika terjadi hujan deras maupun angin kencang. Karena itu, pemangkasan dilakukan sebagai langkah antisipasi agar potensi gangguan tersebut dapat diminimalkan.
Dalam pelaksanaannya, Tim URC tetap memperhatikan situasi lalu lintas di sekitar lokasi. Pekerjaan dilakukan dengan hati-hati agar aktivitas masyarakat tetap dapat berjalan dan pengguna jalan dapat melintas dengan aman.
Bagi DPUPR Kabupaten Jember, keberadaan Tim URC memiliki peran penting dalam merespons berbagai kebutuhan penanganan di lapangan. Tim ini menjadi salah satu bagian yang bersentuhan langsung dengan kondisi infrastruktur dan lingkungan jalan, sehingga temuan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti sesuai dengan kebutuhan.
Korwil Kota juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan dalam menjaga kondisi lingkungan dan fasilitas umum. Menurutnya, pemeliharaan jalan dan lingkungan sekitar bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kepedulian bersama.
“Kami tentu berharap masyarakat ikut menjaga lingkungan di sekitar jalan. Kalau ada kondisi yang sekiranya membahayakan atau mengganggu pengguna jalan, bisa disampaikan kepada pihak terkait agar dapat segera kami tindak lanjuti sesuai kondisi dan kewenangan,” jelasnya. (yan)