Di Era Gus Fawait, Kepala Dispendik Ungkap Lonjakan Anggaran Pendidikan hingga Rp90 Miliar
- 27 Maret 2026
- Dibaca 583 Kali
Bagikan Via:
Di Era Gus Fawait, Kepala Dispendik Ungkap Lonjakan Anggaran Pendidikan hingga Rp90 Miliar
JEMBER, 27 MARET 2026 – Alokasi anggaran pendidikan sebesar sekitar Rp90 miliar melalui skema Dana Alokasi Khusus (DAK) pada tahun 2025 menjadi titik awal percepatan program revitalisasi sekolah di Kabupaten Jember yang terus berlanjut hingga memasuki tahun 2026. Program ini merupakan bagian dari kebijakan strategis di era kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait yang menitikberatkan pada pembenahan sarana dan prasarana pendidikan.
Memasuki tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Jember memperluas cakupan program dengan menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk secara aktif mengajukan titik-titik sekolah yang membutuhkan perbaikan. Langkah ini dilakukan guna memastikan pemerataan pembangunan infrastruktur pendidikan dapat menjangkau seluruh wilayah, termasuk sekolah-sekolah yang selama ini belum tersentuh program revitalisasi.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Jember, Arief Tyahyono, menjelaskan bahwa perubahan pola kerja tersebut menjadi kunci dalam meningkatkan perolehan anggaran dari pemerintah pusat. Dengan pendekatan yang lebih proaktif, Jember dinilai mampu menunjukkan keseriusan dalam membenahi sektor pendidikan.
“Memasuki 2026, kita diminta lebih aktif mengajukan titik-titik yang membutuhkan penanganan. Ini sudah berjalan sejak awal kepemimpinan Bupati dan sekarang kita lanjutkan dengan skala yang lebih besar,” ujarnya, Jumat 27 Maret 2026.
Ia menambahkan, langkah tersebut juga membuat Kabupaten Jember memperoleh perhatian istimewa dari kementerian terkait. Hal ini tercermin dari meningkatnya dukungan anggaran yang diterima daerah melalui skema DAK.
Pada tahun 2025, anggaran sebesar Rp90 miliar dimanfaatkan untuk merevitalisasi 124 titik sekolah yang tersebar di berbagai wilayah. Seluruh proyek telah rampung dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi peserta didik.
Capaian ini menjadi lonjakan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, di mana alokasi DAK hanya berkisar antara Rp6 miliar hingga Rp7 miliar. Keterbatasan anggaran tersebut sebelumnya membuat pembenahan sarana pendidikan belum dapat dilakukan secara optimal.
Menurut Arief, ketersediaan fasilitas yang memadai menjadi fondasi utama dalam meningkatkan mutu pendidikan. Ia pun menegaskan hal tersebut dengan menirukan pernyataan Bupati Muhammad Fawait yang kerap disampaikan dalam berbagai kesempatan.
“Gak iso, kita ngomong apapun, lek sekolahe elek, yo murite gak iso sekolah dengan nyaman,” ujar Arief, menirukan pernyataan Bupati.
Untuk tahun 2026, Pemkab Jember telah mengajukan usulan revitalisasi yang lebih luas, mencakup 387 titik sekolah serta tambahan 93 titik terdampak bencana. Program ini diharapkan dapat semakin mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di Kabupaten Jember.
Dinas Pendidikan menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan tersebut agar berjalan optimal dan berkelanjutan, sehingga peningkatan mutu pendidikan dapat dirasakan secara merata serta berdampak pada penguatan kualitas sumber daya manusia di Jember. (sh)