Dialog Bareng Camat: Nelayan Puger Ungkap Pendangkalan Jalur Plawangan, Minta Segera Dinormalisasi
- 06 Oktober 2026
- Dibaca 97 Kali
Bagikan Via:
Dialog Bareng Camat: Nelayan Puger Ungkap Pendangkalan Jalur Plawangan, Minta Segera Dinormalisasi
JEMBER, 06 OKTOBER 2026 – Para nelayan menyampaikan aspirasi terkait dampak pendangkalan jalur Plawangan dalam rapat penyampaian aspirasi bersama Camat Puger, Selasa 06 Oktober 2026. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk mengatasi kondisi tersebut demi keselamatan nelayan dan keberlangsungan mata pencaharian mereka.
Dalam forum tersebut, para nelayan menyampaikan berbagai dampak yang dirasakan akibat semakin dangkal dan sempitnya jalur Plawangan. Saat air laut surut, sejumlah perahu berisiko kandas sehingga nelayan terpaksa menunggu berjam-jam hingga air kembali pasang sebelum dapat berangkat melaut ataupun pulang.
Kondisi tersebut juga meningkatkan risiko keselamatan. Gelombang yang memantul secara tidak menentu serta jalur yang semakin sempit membuat perahu kesulitan ketika harus berpapasan. Selain itu, keterlambatan keluar dan masuk jalur Plawangan berdampak terhadap proses bongkar hasil tangkapan.
Hasil tangkapan yang terlambat dibongkar berisiko mengalami penurunan kualitas. Kondisi tersebut pada akhirnya turut memengaruhi pendapatan nelayan. Waktu melaut pun semakin berkurang karena keberangkatan terlambat dan kepulangan terhambat.
Saiful Rohman dari Asosiasi Nelayan Sinar Terang menyampaikan harapannya agar pemerintah segera melakukan pengerukan dan normalisasi jalur Plawangan.
“Kami tidak meminta kemewahan. Cukup kembalikan jalur Plawangan kami seperti dulu, dalam, aman, dan lebar. Agar kami bisa berangkat pagi, pulang sore, dan berkumpul bersama keluarga dengan selamat,” jelasnya.
Menurut Saiful, kondisi jalur Plawangan saat ini sudah berada dalam situasi yang mengkhawatirkan. Ia meminta pemerintah tidak menunggu hingga terjadi korban jiwa untuk mengambil tindakan.
“Jangan tunggu sampai ada korban jiwa baru bertindak. Ini sudah darurat. Setiap kali melaut, kami mempertaruhkan nyawa. Pengerukan dan normalisasi alur itulah yang kami butuhkan,” tegasnya.
Ia menambahkan, keberadaan jalur Plawangan sangat penting bagi kehidupan para nelayan karena menjadi akses utama untuk mencari nafkah.
“Plawangan adalah pintu rezeki kami. Kalau tertutup pasir, rezeki kami pun tertutup. Bantu kami agar tidak kehilangan mata pencaharian ini. Kami ingin tetap melaut dan menafkahi keluarga,” ungkapnya penuh harap.
Sementara itu, setelah mendengar langsung aspirasi dan kekhawatiran para nelayan terkait pendangkalan jalur Plawangan, Camat Puger Asrah Joyo Widono menyatakan akan terus mendampingi para nelayan dalam setiap langkah penyelesaian persoalan tersebut.
“Plawangan bukan milik siapa-siapa selain kalian, para pencari nafkah di laut. Keselamatan kalian adalah prioritas utama. Aspirasi dan harapan para nelayan akan kami sampaikan kepada Bupati Jember maupun dinas terkait,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah Kecamatan Puger tidak akan membiarkan para nelayan menghadapi persoalan tersebut sendirian.
“Kalian tidak sendirian. Pemerintah Kecamatan Puger berdiri di belakang kalian. Kita berharap jalur Plawangan ke depan kembali aman, lebar, dan layak dilalui. Tidak akan ada warga yang ditinggalkan berjuang sendirian,” tegasnya. (sar)