Oleh : Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan
DIALOG JEMBER MENYAPA PERUBAHAN IKLAM BERDAMPAK PADA KETAHANAN PANGAN di RRI JEMBER
- 04 Februari 2026
- Dibaca 274 Kali
Bagikan Via:
DIALOG JEMBER MENYAPA PERUBAHAN IKLAM BERDAMPAK PADA KETAHANAN PANGAN di RRI JEMBER
DIALOG JEMBER MENYAPA PERUBAHAN IKLAM BERDAMPAK PADA KETAHANAN PANGAN
JEMBER Senin, 02 Februari 2026, RRI Jember bersama lintas Sektoral menyapa, Mengapa terjadi perubahan iklim, Masyarakat Indonesia pada umumnya belum menyadiri bahwa perubahan iklam tidak hanya semata-mata Faktor Alam, tapi juga kesadaran terhadap menjaga lingkungan Perubahan Iklam yang terjadi juga ada peran manusia dengan munculnya “emisi gas rumah kaca”, “dekarbonisasi”, “antropogenik”
Dalam hal perubahan iklim menurut Herdyk Eryantristyan, S.Pt, tidak bisa hanya diserahkan kepada satu pihak saja perlu gotong royong menyatukan pemerintah, masyarakat, akademisi dan sektor privat Perubahan iklim harus dihadapi dengan strategi adaptif dan edukatif bukan sekedar mitigasi pasif.Perubahan iklim memiliki dampak signifikan terhadap ketahanan pangan dan mengancam keamanan pangan di masa depan. Adanya pergeseran hujan atau kemarau seperti saat ini, mengakibatkan perubahan iklim yang dapat mengganggu produksi pertanian, meningkatkan risiko bencana alam seperti banjir dan kekeringan, untuk sektor pertanian sangat berdampak sekali dengan menurunnya tingkat produksi hasil Pertanian.Perubahan iklim mempengaruhi produksi dan harga, perubahan iklim dipengaruhi pola hujan; musim tanam; kekeringan; banjir serangan hama. Produksi umumnya dikaitkan dengan jumlah produksi beras sehingga perlu merubah pola pemikiran melalui diversifikasi pangan (jagung, ubi jalar, ubi kayu) serta memanfaatkan lahan pekarangan untuk kebutuhan pangan di rumah tangga.Komoditas terdampak perubahan iklim apa saja, tanaman pangan padi jagung, hortikultura sayur dan cabe menyesuaikan dengan jadwal tanam dan informasi cuaca musim tanam apa dan ketersediaan air. Hortikultura/ cabe besar dilakukan pendampingan sampai hilir pengolahan cabe besar segar diolah menjadi varian sambal kemasan.Peluang ekonomi hijau atau pertanian berkelanjutan, petani di jember bisa memanfaatkan lahan terutama perhutanan sosial melalui integrasi pertanian-peternakan (integrasi ternak ruminasia domba/sapi dan penanaman pakan hijauan rumput gajah) pertanian dan perkebunan (tanaman pangan jagung/ubi jalar/singkong hortikultura cabe dan perkebunan/ kakao). Perikanan (budidaya ikan air tawar). Dalam perhutanan sosial diharapkan tidak melakukan penebangan pohon liar. Apa yang bisa kita lakukan dalam menghadapi perubahan iklim untuk ketahanan pangan, Untuk mencegah hal tersebut perlu melakukan Praktik pertanian berkelanjutan, inovasi lokal dan kolaborasi multisektoral menjadi kunci untuk menghasilkan ketahanan pangan yang tahan terhadap resiko iklim yang timbul.