Dibopong Keponakan, Nenek Sumiati Menjemput Bantuan di Kelurahan Karangrejo
- 10 April 2026
- Dibaca 319 Kali
Bagikan Via:
Dibopong Keponakan, Nenek Sumiati Menjemput Bantuan di Kelurahan Karangrejo
JEMBER, 10 APRIL 2026 - Pagi itu, Jumat, 10 April 2026, langkah-langkah ratusan warga memenuhi Pendapa Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari. Namun di antara keramaian yang riuh, hadir sebuah kisah yang diam-diam mengetuk hati.
Nenek Sumiati, seorang lansia dari Jalan Kutai RT 03 RW 06 Lingkungan Tegal Bai, datang bukan dengan langkah tegap seperti warga lainnya. Ia tak lagi mampu berjalan. Tubuhnya yang renta harus dibopong oleh keponakannya, pelan-pelan menembus kerumunan menuju lokasi penyaluran bantuan pangan di Pendapa Kelurahan Karangrejo.
Wajahnya tampak lelah, namun sorot matanya menyimpan tekad yang kuat. Di usia senja, ketika sebagian orang memilih beristirahat di rumah, Nenek Sumiati justru berjuang untuk datang sendiri mengambil haknya, bantuan pangan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
Setiap langkah yang diwakili oleh gendongan sang keponakan seolah menjadi simbol betapa berharganya bantuan itu bagi dirinya. Bukan sekadar beras dan minyak, tetapi harapan untuk bisa bertahan hidup di tengah keterbatasan yang ia jalani setiap hari.
Sesampainya di lokasi, Nenek Sumiati hanya bisa duduk dengan tubuh yang masih lemah. Tangannya bergetar, namun ia tetap berusaha tersenyum. Dengan suara pelan dan penuh rasa syukur, ia mengucapkan terima kasih. “Terima kasih. Ini sangat membantu saya,” ucapnya, lirih.
Tak ada keluhan panjang, tak ada cerita berlebihan. Hanya ungkapan sederhana, namun sarat makna tentang betapa besar arti bantuan itu bagi dirinya.
Lurah Karangrejo, Nachnuzi Luqman, yang turut menyaksikan kondisi tersebut, menyampaikan bahwa pemerintah akan terus memberi perhatian khusus kepada warga dalam kondisi rentan.
“Kami ingin memastikan bahwa bantuan ini benar-benar dirasakan manfaatnya, terutama bagi warga seperti Ibu Sumiati. Ini menjadi tanggung jawab kami untuk hadir dan peduli,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Sumbersari, Deni Hadiatullah, menilai kisah Nenek Sumiati sebagai cerminan nyata pentingnya program bantuan sosial.
“Kisah beliau menyentuh kita semua. Ini menguatkan komitmen kami agar bantuan pangan benar-benar menjangkau warga yang paling membutuhkan,” katanya.
Di tengah hiruk-pikuk pembagian bantuan, Nenek Sumiati mungkin hanya satu dari sekian banyak penerima. Namun perjuangannya pagi itu meninggalkan jejak yang tak mudah dilupakan, tentang keteguhan seorang lansia, tentang rasa syukur dalam keterbatasan, dan tentang harapan yang tetap hidup, meski tubuh tak lagi sekuat dulu. (aji)