logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata

Sanggar Seni Kartika Budaya Tampilkan Ragam Kesenian Jember dalam Kirab Budaya Sedekah Bumi

  • 19 Juli 2026
  • Dibaca 21 Kali
Bagikan Via:
sanggar-seni-kartika-budaya-tampilkan-ragam-kesenian-jember-dalam-kirab-budaya-sedekah-bumi-20260719

Sanggar Seni Kartika Budaya Tampilkan Ragam Kesenian Jember dalam Kirab Budaya Sedekah Bumi

JEMBER, 19 JULI 2026 – Sanggar Seni Kartika Budaya Ambulu menghadirkan beragam pertunjukan seni tradisional dalam Kirab Budaya Sedekah Bumi yang digelar pada Sabtu 18 Juli 2026. Penampilan berbagai kesenian khas Jember menjadi daya tarik utama bagi masyarakat yang memadati jalur kirab hingga lokasi kegiatan. Atraksi budaya tersebut sekaligus menjadi wujud pelestarian warisan budaya daerah di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.

Kirab Budaya Sedekah Bumi merupakan tradisi yang diselenggarakan sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil bumi sekaligus doa bersama agar kehidupan masyarakat senantiasa diberikan keberkahan. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi para pelaku seni untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat, terutama generasi muda.

Dalam kirab tersebut, Sanggar Seni Kartika Budaya menampilkan dan menghadirkan berbagai kesenian tradisional, di antaranya Can Macanan Kaduk, Tak Buta'an, Tari Watu Ulo, serta pertunjukan Reog. Setiap penampilan menampilkan ciri khas dan filosofi yang berbeda, menggambarkan kekayaan budaya yang dimiliki Kabupaten Jember. Iringan musik tradisional, kostum yang penuh warna, serta gerak tari yang dinamis berhasil menciptakan suasana meriah sepanjang acara.

Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya pengunjung yang memadati lokasi kirab. Mereka tampak mengabadikan setiap penampilan menggunakan telepon genggam, sementara anak-anak hingga orang dewasa menikmati pertunjukan dengan penuh semangat. Sorak tepuk tangan dan apresiasi dari penonton mengiringi setiap atraksi yang ditampilkan para seniman.

Pimpinan Sanggar Seni Kartika Budaya, Enys Kartika, mengatakan bahwa pelestarian budaya harus terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak. Menurutnya, seni tradisional tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga menjadi media pendidikan karakter bagi generasi muda.

"Generasi cinta tradisi siap berkreasi, berkolaborasi, dan berinovasi. Tetap menjaga seni budaya agar tetap lestari," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Sanggar Seni Kartika Budaya terus membina para pelajar dan generasi muda agar mencintai budaya daerah melalui latihan rutin, pementasan, serta keterlibatan dalam berbagai kegiatan kebudayaan. Upaya tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi penerus yang tidak hanya memahami nilai-nilai budaya, tetapi juga mampu mengembangkan seni tradisional agar tetap relevan tanpa menghilangkan jati dirinya.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Jember, Agung Nugroho, S.Sos., mengatakan bahwa Kirab Budaya Sedekah Bumi merupakan salah satu upaya nyata dalam menjaga keberlangsungan seni dan tradisi lokal agar tetap hidup di tengah masyarakat. Menurutnya, keterlibatan sanggar seni menjadi kekuatan utama dalam proses pelestarian budaya sekaligus sarana edukasi bagi generasi muda.

"Kirab Budaya Sedekah Bumi bukan hanya menjadi pertunjukan seni, tetapi juga media untuk memperkuat identitas budaya masyarakat Jember. Kami mengapresiasi Sanggar Seni Kartika Budaya yang terus konsisten membina generasi muda agar mencintai tradisi, berkreasi, berkolaborasi, dan berinovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal. Semoga semangat pelestarian ini terus tumbuh sehingga kebudayaan Jember tetap lestari dan dikenal lebih luas," ujarnya.

Melalui partisipasi aktif dalam Kirab Budaya Sedekah Bumi, Sanggar Seni Kartika Budaya menunjukkan bahwa warisan budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan kekayaan yang harus terus dirawat, dipelajari, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Kehadiran berbagai pertunjukan tradisional dalam kirab ini menjadi bukti bahwa budaya Jember tetap hidup, berkembang, dan mampu mempersatukan masyarakat dalam semangat kebersamaan serta kecintaan terhadap kearifan lokal. (af)

Galeri Foto