Camat Patrang Ajib, S.IP. Hadiri Pengukuhan Forum Silaturahmi Komunikasi Ponpes dan Guru Ngaji se-Kabupaten Jember
- 17 Juni 2026
- Dibaca 35 Kali
Bagikan Via:
Camat Patrang Ajib, S.IP. Hadiri Pengukuhan Forum Silaturahmi Komunikasi Ponpes dan Guru Ngaji se-Kabupaten Jember
Jember – Camat Patrang, Ajib, S.IP., menghadiri kegiatan Pengukuhan Pengurus Forum Silaturahmi Komunikasi Pondok Pesantren (Ponpes) dan Guru Ngaji se-Kabupaten Jember yang diselenggarakan di Pendopo Wahyawibawagraha Lantai 2, Kabupaten Jember, Selasa (16/6/2026) malam.
Kegiatan yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Jember tersebut dimulai pada pukul 19.00 WIB hingga selesai dan dihadiri langsung oleh Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), para camat se-Kabupaten Jember, tokoh agama, pengasuh pondok pesantren, serta para guru ngaji dari berbagai wilayah di Kabupaten Jember.
Kehadiran Camat Patrang dalam kegiatan ini menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kecamatan Patrang dalam mendukung penguatan peran pondok pesantren dan guru ngaji sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang religius, berkarakter, dan berdaya saing.
Suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan mewarnai jalannya acara. Pengukuhan forum tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan para pelaku pendidikan keagamaan.
Dalam sambutannya, Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., menegaskan bahwa pembentukan Forum Silaturahmi Komunikasi Ponpes dan Guru Ngaji merupakan langkah strategis untuk memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dengan kalangan pondok pesantren dan para guru ngaji.
Menurutnya, forum tersebut diharapkan menjadi wadah komunikasi dua arah yang mampu menjembatani aspirasi masyarakat dengan pemerintah daerah secara lebih efektif, terbuka, dan berkelanjutan.
Dr. Muhammad Fawait menjelaskan, keberadaan forum ini juga diharapkan dapat menghilangkan berbagai hambatan komunikasi yang selama ini terjadi, baik yang bersifat administratif maupun sosial. Dengan demikian, pondok pesantren dan para guru ngaji dapat memperoleh akses yang lebih luas terhadap berbagai program pemerintah.
"Forum ini kami harapkan menjadi ruang kolaborasi yang inklusif antara pemerintah daerah dengan pondok pesantren dan guru ngaji. Melalui komunikasi yang baik, berbagai aspirasi dapat tersampaikan dan ditindaklanjuti secara optimal," ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati Jember menekankan pentingnya membangun pola komunikasi yang terbuka dan setara antara pemerintah dengan seluruh elemen masyarakat, khususnya para ulama, pengasuh pondok pesantren, dan guru ngaji yang selama ini memiliki peran besar dalam pembinaan moral serta pendidikan karakter.
Ia menegaskan bahwa ke depan tidak boleh ada lagi sekat komunikasi maupun batas formalitas yang dapat menghambat terjalinnya sinergi antara pemerintah daerah dengan masyarakat.
"Melalui forum ini, kami ingin memastikan terbangunnya komunikasi yang cair, terbuka, dan produktif. Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan," tambahnya.
Selain menjadi sarana mempererat silaturahmi, forum tersebut diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan, khususnya di bidang keagamaan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Camat Patrang, Ajib, S.IP., menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pembentukan forum ini merupakan langkah positif dalam memperkuat hubungan antara pemerintah dengan kalangan pondok pesantren dan guru ngaji.
"Ponpes dan guru ngaji memiliki kontribusi besar dalam membangun karakter masyarakat. Melalui forum ini, diharapkan terjalin komunikasi yang semakin baik sehingga berbagai program pembangunan, khususnya di bidang keagamaan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan dapat berjalan lebih optimal," ungkapnya.
Ajib menambahkan bahwa Pemerintah Kecamatan Patrang siap mendukung berbagai program dan kegiatan yang melibatkan pondok pesantren maupun guru ngaji sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat yang religius, harmonis, dan berdaya saing.
Menurutnya, pondok pesantren dan guru ngaji selama ini telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat Kecamatan Patrang. Peran aktif mereka dalam membina generasi muda, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta menjaga kondusivitas wilayah menjadi modal sosial yang sangat berharga dalam mendukung pembangunan daerah.
Kehadiran Camat Patrang dalam kegiatan pengukuhan ini sekaligus menjadi bukti nyata dukungan Pemerintah Kecamatan Patrang terhadap upaya penguatan ekosistem pendidikan keagamaan yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui pengukuhan pengurus forum tersebut, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin solid antara pemerintah daerah, pondok pesantren, dan para guru ngaji dalam mendukung terwujudnya visi pembangunan Kabupaten Jember yang maju, sejahtera, dan berlandaskan nilai-nilai religius.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai tersebut ditutup dengan doa bersama sebagai wujud harapan agar sinergi antara pemerintah daerah, pondok pesantren, dan guru ngaji semakin kuat dalam membangun Kabupaten Jember yang religius, harmonis, dan berkeadaban.(Naf)