logo ppid jember kim
Oleh : Badan Kesatuan Bangsa dan Politik

Perempuan Berdaya Tanpa Kehilangan Jati Diri, Bakesbangpol Jember Gaungkan Semangat Kartini di Era Modern

  • 23 April 2026
  • Dibaca 206 Kali
Bagikan Via:
perempuan-berdaya-tanpa-kehilangan-jati-diri-bakesbangpol-jember-gaungkan-semangat-kartini-di-era-modern-20260424

Perempuan Berdaya Tanpa Kehilangan Jati Diri, Bakesbangpol Jember Gaungkan Semangat Kartini di Era Modern

JEMBER, 23 APRIL 2026 – Momentum peringatan Hari Kartini dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Jember melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) untuk menguatkan peran perempuan dalam pembangunan daerah. Melalui Dialog Khusus yang digelar di RRI Jember, Bakesbangpol menegaskan pentingnya perempuan menjadi sosok yang berdaya tanpa meninggalkan jati diri dan perannya dalam keluarga.

Kegiatan bertajuk “Manifestasi Kartini: Ketika Kepedulian Bertemu Profesionalitas” ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang profesi. Dialog tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus inspirasi bagi perempuan Jember untuk terus berkembang, berkontribusi, serta menjaga keseimbangan antara peran domestik dan publik.

Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya, Agama, dan Organisasi Kemasyarakatan Bakesbangpol Jember, Mega Wulandari, S.STP., M.M., menegaskan bahwa semangat Kartini di era modern bukan sekadar simbol emansipasi, melainkan tentang bagaimana perempuan mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.

“Pemberdayaan perempuan dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Perempuan Jember harus berani melangkah dan tidak ragu menyuarakan kebenaran. Namun, perempuan hebat adalah mereka yang mampu mandiri dan berdaya tanpa melupakan kodratnya sebagai wanita serta tetap menjadi pilar utama dalam keluarga,” ujarnya, Rabu 22 April 2026.

Menurut Mega, tantangan perempuan saat ini semakin kompleks, terutama dalam menghadapi dinamika sosial, ekonomi, dan perkembangan teknologi. Oleh karena itu, diperlukan kemampuan adaptasi yang kuat, tanpa harus kehilangan nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi kehidupan keluarga.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember memiliki komitmen untuk terus hadir sebagai pengayom bagi seluruh perempuan, baik yang berperan sebagai ibu rumah tangga maupun perempuan karier. Pemerintah, kata dia, memiliki tanggung jawab untuk menciptakan ruang yang aman, inklusif, serta membuka peluang seluas-luasnya bagi perempuan agar dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Perempuan memiliki potensi besar sebagai agen perubahan. Tugas pemerintah adalah memastikan mereka mendapatkan kesempatan yang sama, perlindungan, serta dukungan agar mampu berkembang secara optimal,” tambahnya.

Dalam dialog tersebut, sejumlah narasumber turut memberikan pandangan dari perspektif masing-masing. dr. Bela Mayvani Rachman, Sp.BA., menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara karier dan keluarga. Menurutnya, perempuan tidak perlu memilih salah satu, melainkan mampu mengelola keduanya dengan bijak.

“Perempuan harus berani mencintai dirinya sendiri. Ketika perempuan mampu menghargai dirinya, maka ia akan lebih kuat dalam menjalankan berbagai peran, baik di rumah maupun di tempat kerja,” jelasnya.

Sementara itu, Ns. Dwi Indah Lestari, M.Kep., menyoroti pentingnya nilai kepedulian atau caring dalam kehidupan perempuan. Ia menyebut bahwa solidaritas antarperempuan menjadi kunci dalam menjaga martabat dan memperkuat posisi perempuan di tengah masyarakat.

“Perempuan harus saling menguatkan, bukan saling menjatuhkan. Kepedulian adalah kekuatan yang dapat membawa perubahan besar, baik dalam lingkup keluarga maupun sosial,” ujarnya.

Pandangan lain disampaikan oleh Dr. Astrid Maharani, M.Akun., yang mengaitkan profesionalisme dengan nilai kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa dalam bidang akuntansi sekalipun, prinsip utama yang harus dijunjung adalah kebermanfaatan bagi masyarakat luas.

“Profesionalisme bukan hanya soal kompetensi teknis, tetapi juga tentang integritas dan kontribusi terhadap kemanusiaan. Ini yang harus menjadi landasan dalam setiap profesi,” ungkapnya.

Dialog interaktif tersebut mendapat respons positif dari masyarakat yang mengikuti siaran, baik secara langsung maupun melalui kanal radio. Diskusi yang mengalir dinilai mampu memberikan perspektif baru tentang peran perempuan di era modern yang tidak lagi terbatas pada satu peran saja, melainkan mampu bergerak dinamis di berbagai lini kehidupan.

Melalui momentum ini, Bakesbangpol Jember menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak dapat dilepaskan dari peran strategis perempuan. Perempuan yang cerdas, mandiri, dan berkarakter diyakini mampu menjadi motor penggerak pembangunan yang berkelanjutan.

Mega Wulandari menutup dialog dengan pesan optimisme kepada seluruh perempuan Jember agar terus melangkah maju tanpa rasa takut, selama berada pada prinsip yang benar.

“Selama kita berpijak pada nilai kebenaran, jangan pernah ragu untuk melangkah. Pemerintah akan selalu hadir mendampingi perempuan Jember untuk menjadi pribadi yang mandiri secara ekonomi dan sosial, namun tetap teduh dan kuat di dalam keluarga,” pungkasnya.

Peringatan Hari Kartini tahun ini menjadi pengingat bahwa perjuangan perempuan belum selesai. Di tengah perkembangan zaman, perempuan dituntut tidak hanya mampu beradaptasi, tetapi juga menjadi penentu arah perubahan. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan perempuan Jember dapat terus tumbuh sebagai sosok yang berdaya, berintegritas, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keluarga sebagai fondasi utama kehidupan. (but)

Galeri Foto