Diguyur Hujan Deras dan Angin Kencang, Rumah Warga di Ajung Ambruk dan Butuh Penanganan Lanjutan
- 03 Maret 2026
- Dibaca 311 Kali
Bagikan Via:
Diguyur Hujan Deras dan Angin Kencang, Rumah Warga di Ajung Ambruk dan Butuh Penanganan Lanjutan
Satu unit rumah milik warga dilaporkan roboh di Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember. Peristiwa tersebut terjadi akibat curah hujan tinggi yang disertai angin kencang pada 25 Februari 2026, dan dilaporkan secara resmi pada Senin, 2 Maret 2026 pukul 14.00 WIB. Rumah yang terdampak diketahui milik Bapak Sahlan dengan ukuran bangunan kurang lebih 7,6 meter x 2,7 meter. Kejadian ini menjadi perhatian karena berdampak langsung pada kondisi tempat tinggal korban yang kini tidak lagi layak huni secara normal.
Secara kronologis, hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Ajung menyebabkan struktur bangunan melemah. Kondisi tersebut diperparah oleh terpaan angin yang cukup kencang sehingga bagian rumah akhirnya ambruk. Bangunan yang roboh dikategorikan mengalami rusak sedang, di mana sebagian konstruksi utama tidak dapat difungsikan sebagaimana mestinya. Beruntung, dalam kejadian ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun luka-luka, namun kerugian material dialami oleh pemilik rumah.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, tim dari BPBD Kabupaten Jember bersama perangkat Desa Pancakarya dan unsur magang dari Universitas Jember segera melakukan peninjauan lokasi dan assessment. Selain pendataan kerusakan, tim juga mendistribusikan bantuan logistik kepada korban. Bantuan yang disalurkan meliputi satu paket sembako, lauk pauk, tambahan gizi, makanan siap saji, perlengkapan makan, satu lembar terpal, satu paket sandang wanita, satu paket kebersihan, satu selimut, serta satu paket family kit. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar korban selama masa darurat.
Kondisi terkini menunjukkan bahwa rumah milik Bapak Sahlan masih belum diperbaiki dan belum dapat ditempati kembali secara normal. Untuk sementara waktu, korban tinggal di bagian dapur yang masih dapat digunakan sebagai tempat berteduh darurat. Sebagai tindak lanjut, Tim Jitupasna direncanakan akan mendistribusikan bantuan material bangunan berupa 500 buah batu bata dan delapan lonjor kayu usuk guna mendukung proses perbaikan rumah. Rekomendasi yang disampaikan adalah meneruskan laporan kejadian kepada dinas terkait agar penanganan pascabencana dapat segera dilakukan secara menyeluruh. Hingga saat ini tidak terdapat kendala berarti di lapangan, dan seluruh unsur yang terlibat terus berkoordinasi untuk memastikan kebutuhan korban dapat terpenuhi dengan baik.