Dinkes Bersama UNICEF Lakukan Supervisi Rutin, Perkuat Dukungan Daerah Atasi Zero Dose dan Imunisasi Tidak Lengkap
- 23 Desember 2025
- Dibaca 413 Kali
Bagikan Via:
Dinkes Bersama UNICEF Lakukan Supervisi Rutin, Perkuat Dukungan Daerah Atasi Zero Dose dan Imunisasi Tidak Lengkap
Selasa, 23 Desember 2025
Dinas Kesehatan Kabupaten Jember bersama UNICEF melaksanakan kegiatan supervisi rutin program imunisasi pada Senin, (22/12/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan koordinasi lintas sektor dalam menangani permasalahan zero dose dan imunisasi tidak lengkap yang masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah. Supervisi ini menegaskan pentingnya dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, fasilitas pelayanan kesehatan, serta pemangku kepentingan lainnya agar penyelenggaraan program imunisasi dapat berjalan optimal dan menjangkau seluruh sasaran, khususnya bayi dan balita. Kegiatan supervisi diawali dengan kunjungan koordinasi ke Kantor Kecamatan Rambipuji. Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Jember bersama UNICEF yang diwakili oleh Bapak Suradi, SKM., M.Kes., didampingi Kepala Puskesmas Rambipuji dan Koordinator Imunisasi Puskesmas Rambipuji, diterima langsung oleh Camat Rambipuji, R. Herman Baza. Dalam pertemuan tersebut, Camat Rambipuji menyampaikan dukungan penuh terhadap penguatan pelaksanaan program imunisasi di wilayahnya. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah kecamatan untuk mendorong peningkatan wawasan dan kesadaran masyarakat, khususnya generasi Z, yang saat ini memberikan kontribusi signifikan terhadap angka kelahiran dan memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan program kesehatan ibu dan anak.
Menurut Syahroni Bahtiar, S.Kep., Ners., M.Kes., penanggung jawab program imunisasi, “Strategi dalam meningkatkan cakupan imunisasi pertama kerjasama multi sektor dan penggunanaan teknologi tepat guna yaitu media audio video visual sebagai bentuk penyuluhan berbasis pendekatan publik”. Pendekatan ini dinilai efektif untuk memperkuat pemahaman masyarakat sekaligus menjangkau kelompok sasaran secara lebih luas dan berkelanjutan. Kerja sama dengan organisasi kemasyarakatan seperti PKK, Muslimat NU, Fatayat NU, Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah, GP Ansor, HIMPAUDI, IGTKI, IGRA, dan MUI menjadi kunci keberhasilan karena memiliki jaringan kuat hingga tingkat desa, kepercayaan tinggi dari masyarakat, serta kemampuan mobilisasi sosial. Keterlibatan tokoh agama dan organisasi pendidikan anak usia dini turut membantu menjawab aspek budaya dan keagamaan, mengatasi keraguan terhadap imunisasi, serta mengintegrasikan pesan kesehatan dalam layanan yang sudah ada. Sinergi ini sekaligus memperkuat advokasi kebijakan daerah agar dukungan terhadap program imunisasi semakin optimal.
Usai koordinasi dengan pemerintah kecamatan, kegiatan dilanjutkan ke Puskesmas Rambipuji untuk melakukan supervisi teknis. Tim melakukan pengecekan ketersediaan dan kondisi vaksin, penggunaan alat digital pencatatan imunisasi, masa kedaluwarsa vaksin, serta kelengkapan sarana dan prasarana pendukung lainnya. Selain itu, dilakukan diskusi dan koordinasi langsung dengan bidan desa untuk menggali berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan, termasuk kendala dalam menjangkau sasaran imunisasi. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Suradi memberikan sejumlah masukan strategis, khususnya terkait pendekatan edukasi kepada masyarakat yang masih menolak imunisasi. Salah satu metode yang disarankan adalah pemberian edukasi visual melalui gambar atau ilustrasi mengenai dampak dan akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, sehingga masyarakat dapat lebih memahami risiko apabila anak tidak mendapatkan imunisasi lengkap. Kegiatan supervisi kemudian dilanjutkan ke Puskesmas Nogosari (22/12/2025) dan Puskesmas Klatakan (23/12/2025). Proses supervisi yang dilakukan mencakup kegiatan serupa, mulai dari pengecekan vaksin dan alat pendukung, peninjauan sistem pencatatan, hingga dialog dengan tenaga kesehatan terkait pelaksanaan program imunisasi dan tantangan di wilayah kerja masing-masing. Melalui kegiatan supervisi rutin ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Jember bersama UNICEF berharap koordinasi lintas sektor semakin kuat, kualitas layanan imunisasi semakin meningkat, serta kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi dapat terus tumbuh. Upaya ini diharapkan mampu menurunkan angka zero dose dan imunisasi tidak lengkap, sekaligus mendukung terwujudnya generasi yang sehat dan berkualitas di masa depan.