logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

Dinkes PPKB Jember Evaluasi Program P2P di Puskesmas Silo 2, Capaian CKG Jadi Sorotan

  • 12 Juni 2026
  • Dibaca 10 Kali
Bagikan Via:
dinkes-ppkb-jember-evaluasi-program-p2p-di-puskesmas-silo-2-capaian-ckg-jadi-sorotan-20260612

Dinkes PPKB Jember Evaluasi Program P2P di Puskesmas Silo 2, Capaian CKG Jadi Sorotan

JEMBER, 10 Juni 2026, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Jember melalui Tim Pendamping Program (TPP) Puskesmas melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) di Puskesmas Silo 2. Senin (8/6/2026)

Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi capaian program, mengidentifikasi hambatan pelaksanaan di lapangan, serta menyusun langkah perbaikan guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, capaian Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Silo 2 masih belum memenuhi target bulanan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya pelaporan yang belum dilakukan secara real time sehingga melewati batas waktu pelaporan pada Sistem ASIK, pelaksanaan kegiatan yang masih didominasi pelayanan di dalam gedung puskesmas, serta kendala teknis berupa gagal unggah maupun input data.

Untuk mengatasi hal tersebut, Tim TPP memberikan sejumlah rekomendasi, antara lain melakukan pengingat rutin menjelang batas waktu pelaporan, meningkatkan validasi data secara berkala bersama petugas input, serta mengoptimalkan metode pelayanan mobile melalui kegiatan masyarakat seperti pengajian maupun pertemuan RT/RW agar mampu menjangkau sasaran yang tidak dapat datang langsung ke puskesmas.

Selain itu, capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Penilaian Kinerja Puskesmas (PKP) pada beberapa program juga masih berada di bawah target bulanan. Hal ini disebabkan sebagian kegiatan belum dapat dilaksanakan secara optimal karena menunggu dimulainya tahun ajaran baru, terutama program yang menyasar anak usia sekolah. Di samping itu, masih ditemukan petugas program yang belum memahami secara menyeluruh definisi operasional indikator program sehingga berpengaruh terhadap pengisian dan pelaporan capaian.

Tim TPP juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis yang saat ini telah memasuki tahap kedua dan akan terus berlangsung hingga September 2026. Tim mendorong integrasi pelaksanaan kegiatan dengan program penyakit lainnya seperti diabetes melitus, hipertensi, dan HIV guna memperluas jangkauan sasaran serta meningkatkan capaian program.

Dalam kegiatan tersebut, Tim TPP turut memberikan sejumlah masukan strategis lainnya, di antaranya penguatan implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di lingkungan Puskesmas Silo 2 serta pengembangan layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP) HIV. Mengingat wilayah kerja Puskesmas Silo 2 termasuk salah satu wilayah dengan kasus HIV yang cukup tinggi, pengembangan layanan PDP dinilai penting untuk memperluas akses pengobatan dan pendampingan bagi Orang Dengan HIV (ODHIV).

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes PPKB Kabupaten Jember, Dyah Kusworini Indriaswati, SKM., M.Si., menyampaikan bahwa monitoring dan evaluasi bukan hanya untuk menilai capaian program, tetapi juga memastikan setiap permasalahan yang ditemukan dapat segera ditindaklanjuti.

“Melalui monitoring dan evaluasi ini, kami berharap setiap kendala yang ditemukan dapat segera ditindaklanjuti dengan langkah perbaikan yang tepat. Kolaborasi, ketepatan pelaporan, dan optimalisasi pelayanan di lapangan menjadi kunci agar target program kesehatan dapat tercapai serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Dinkes PPKB Kabupaten Jember berharap seluruh program kesehatan di Puskesmas Silo 2 dapat berjalan lebih optimal sehingga target pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat tercapai secara maksimal.