Memetakan Kerentanan Sosial dan Kebencanaan di Jantung Urban, Gumuk Kerang Jadi Pilot Project
- 08 Juni 2026
- Dibaca 58 Kali
Bagikan Via:
Memetakan Kerentanan Sosial dan Kebencanaan di Jantung Urban, Gumuk Kerang Jadi Pilot Project
JEMBER, 08 JUNI 2026 β Kelurahan Sumbersari bergerak cepat mengantisipasi potensi kerawanan sosial dan kebencanaan di wilayah urban padat penduduk. Langkah konkret diawali dari Lingkungan Gumuk Kerang, Kecamatan Sumbersari, Minggu, 07 Juni 2026, yang kini resmi dibidik menjadi π±πͺππ°π΅ π±π³π°π«π¦π€π΅ penerapan instrumen pemetaan kawasan rawan bencana sosial.
Langkah preventif ini sengaja diambil mengingat karakteristik wilayah Sumbersari yang sangat dinamis. Sebagai kawasan yang mengitari sabuk kampus dan pusat ekonomi, percampuran kultur antara warga lokal dan kaum pendatang memicu pertumbuhan penduduk yang masif sekaligus membawa tantangan sosial yang tidak ringan.
Guna memastikan mitigasi berjalan optimal, pihak kelurahan menggandeng jajaran Mitra Kerja Kelurahan beserta elemen relawan masyarakat. Mereka diterjunkan langsung ke lapangan untuk menyisir dan mendata indikator kerentanan, mulai dari potensi gesekan pemuda, kerawanan ekonomi, hingga mitigasi penyimpangan sosial dan kebencanaan di lingkungan padat kos-kosan.
Petugas Mitra Kerja Kelurahan Sumbersari, Dolar Pribadi, menyatakan bahwa instrumen pemetaan ini akan mempermudah para petugas di lapangan dalam memetakan problem spesifik di tiap RT/RW. Menurutnya, tantangan terbesar di kawasan padat adalah mengurai potensi konflik laten yang sering tidak terlihat di permukaan.
"Kami menyisir langsung ke kantong-kantong pemukiman untuk melihat indikator kerentanan sosial yang ada. Dengan instrumen ini, pemetaan menjadi lebih terukur, sehingga kami bisa menyajikan data yang riil mengenai kondisi ekonomi warga atau potensi gesekan di lapangan," ujar Dolar di sela-sela sosialisasi.
Lurah Sumbersari Bhatara Pragusta mengungkapkan, akurasi data dari bawah memang menjadi kunci utama agar program intervensi pemerintah ke depan tidak salah sasaran. Gumuk Kerang dipilih sebagai langkah awal karena memiliki kompleksitas mobilitas penduduk yang tinggi.
"Kami ingin menciptakan sistem deteksi dini yang kuat di masyarakat. Lewat sinergi dengan para mitra kerja di Lingkungan Gumuk Kerang ini, instrumen pemetaan yang ada bakal membantu kami membaca peta kerawanan secara riil. Jadi, kalau ada percikan masalah sosial atau ekonomi, penanganannya bisa langsung dieksekusi sebelum membesar," tegas Bhatara.
Selain mengandalkan pendataan fisik, fungsi koordinasi antar-tokoh masyarakat juga dioptimalkan sebagai benteng informasi warga. Di era digital, hoaks dan disinformasi sering kali menjadi sumbu pendek pemicu konflik horizontal. Oleh karena itu, edukasi literasi digital dan penyaringan informasi juga disisipkan di sepanjang proses sosialisasi pemetaan ini.
Melalui skema gotong royong ini, hasil pemetaan dari Lingkungan Gumuk Kerang nantinya akan direplikasi ke lingkungan lain di seantero Sumbersari. Targetnya, seluruh wilayah kelurahan memiliki cetak biru (π£ππΆπ¦ π±π³πͺπ―π΅) mitigasi sosial yang kokoh demi menjaga kondusivitas wilayah kota. (sar)