Dinsos PPPA Jember: Cegah Perundungan di Sekolah Lewat Tiga Pilar dan Layanan Perlindungan Anak
- 03 November 2026
- Dibaca 39 Kali
Bagikan Via:
Dinsos PPPA Jember: Cegah Perundungan di Sekolah Lewat Tiga Pilar dan Layanan Perlindungan Anak
JEMBER, 03 NOVEMBER 2026 - Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Jember menegaskan bahwa pencegahan perundungan (bullying) dan kekerasan di lingkungan sekolah tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja. Pemerintah menekankan perlunya kerja sama tiga pilar, yakni sekolah, orang tua, dan siswa, agar sekolah benar-benar menjadi ruang belajar yang aman dan nyaman.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinsos PPPA Jember, Sugeng Riyadi, S.E., dalam dialog bertajuk Jember Menyapa: Ruang Belajar Aman melalui Sekolah Ramah Anak yang dipandu RRI Jember, Senin 02 November 2026. Dialog tersebut juga menghadirkan Penasehat Peace Leader Indonesia Inayah Sri Wardhani, Guru BK SMPN 11 Jember Suhardik, serta Duta Sekolah SMPN 11 Jember Aliyah Fatiin Irfan Shofiyah.
Dalam paparannya, Sugeng mengungkapkan adanya kenaikan kasus sepanjang tahun ini. Data Januari hingga September 2026 menunjukkan peningkatan kejadian perundungan, baik psikis maupun fisik, serta kekerasan lainnya dibandingkan tahun sebelumnya.
"Memang pada tahun ini, mulai Januari 2026 sampai dengan bulan September kemarin, data menunjukkan ada kenaikan di kejadian perundungan, baik psikis atau fisik, juga kekerasan, termasuk kekerasan pada perempuan. Ini data menunjukkan adanya kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya di 2025," ujarnya.
Sugeng menambahkan, secara keseluruhan kenaikan tersebut berada di bawah 10 persen. Khusus kasus yang menyangkut anak, peningkatannya berada di kisaran 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurutnya, Dinsos PPPA terus berkolaborasi dengan dinas pendidikan untuk saling menginformasikan kejadian, terutama yang terjadi di satuan pendidikan. "Alhamdulillah kami juga bisa melakukan assessment di beberapa kejadian. Tentunya ini tidak lepas dari sinergi yang berkesinambungan, tidak hanya pencegahan tapi juga penanganan. Ini menjadi PR bersama," katanya. Ia menambahkan, perundungan tidak hanya terjadi di sekolah, tetapi juga di lingkungan komunitas atau forum. (rou)