Dinsos PPPA Jember Terus Bergerak, Kali Ini Latih Perempuan Sumbersari Olah Roti Manis dan Abon
- 27 Agustus 2026
- Dibaca 33 Kali
Bagikan Via:
Dinsos PPPA Jember Terus Bergerak, Kali Ini Latih Perempuan Sumbersari Olah Roti Manis dan Abon
JEMBER, 26 Agustus 2026 – Memulai bisnis roti rumahan kini menjadi salah satu pilihan favorit masyarakat untuk meraih penghasilan tambahan tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama. Dengan modal yang relatif terjangkau serta besarnya minat pasar terhadap kudapan praktis, usaha bakery skala kecil terbukti mampu menghasilkan omzet hingga jutaan rupiah per bulan dari dapur rumah.
Peluang inilah yang coba dibuka lebar-lebar oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Jember melalui Pelatihan Pemberdayaan bagi Perempuan dalam upaya meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi, yang digelar di Pendopo Kecamatan Sumbersari, Minggu (16/8/2026). Kali ini, materi yang diusung adalah pembuatan roti manis dan roti gulung abon.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bidang Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan serta Pengarusutamaan Gender dr. Oktavia Wahyu Krisna Murti, M.M., didampingi Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (PMKS) Kecamatan Sumbersari, Nanang Hidayat dan Ketua TP PKK Kecamatan Sumbersari Dwiyanti. Sementara itu, materi praktik disampaikan langsung oleh Nurul Fadila, pemilik usaha Adila Bakery yang beralamat di Jalan Brantas.
Dalam sambutannya, dr. Okta menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata tugas Dinsos PPPA pada pemberdayaan perempuan secara langsung. "Harapan kami, ketika selesai pelatihan ini, ibu-ibu semua dapat menularkan apa yang sudah disampaikan oleh narasumber, dan yang terpenting dipraktikkan, minimal untuk diri sendiri, lebih baik lagi kalau bisa menambah income keluarga. Perempuan harus mandiri, karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari," tegasnya.
Sementara itu, narasumber Nurul Fadila membagikan kalkulasi sederhana yang membuat peserta antusias. Menurutnya, modal pembuatan roti tergolong ringan dibanding hasil yang bisa diperoleh. "Untuk pelatihan kali ini, per resep adonan 1,5 kilogram bisa menjadi 20 roti, dengan modal kisaran Rp35 ribu hingga Rp40 ribu," jelas Nurul.
Antusiasme peserta terlihat dari keseriusan salah satu peserta, Sulasmi, perwakilan PKK Kelurahan Sumbersari, mengaku pelatihan ini menjadi bekal tambahan bagi usaha yang sudah ia rintis. "Saya di rumah sudah menjalankan usaha roti kecil-kecilan. Saya tertarik mengikuti pelatihan ini untuk menambah pengetahuan," kata Sulasmi. (rou)