logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pendidikan

Dispendik Jember Gelar Bimbingan Teknis Pendidikan Inklusif, Pengawas hingga Guru SD Diperkuat

  • 02 Oktober 2026
  • Dibaca 7 Kali
Bagikan Via:
dispendik-jember-gelar-bimbingan-teknis-pendidikan-inklusif-pengawas-hingga-guru-sd-diperkuat-20261002

Dispendik Jember Gelar Bimbingan Teknis Pendidikan Inklusif, Pengawas hingga Guru SD Diperkuat

JEMBER, 02 OKTOBER 2026 – Dinas Pendidikan Kabupaten Jember terus memperkuat implementasi pendidikan inklusif di satuan pendidikan jenjang sekolah dasar. Penguatan tersebut dilakukan melalui Bimbingan Teknis Implementasi Pendidikan Inklusif di Satuan Pendidikan Jenjang Sekolah Dasar yang digelar pada 2 Oktober 2026 di Aston Jember.

Kegiatan ini diikuti oleh unsur pengawas SD, kepala sekolah, serta perwakilan guru. Bimtek menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan satuan pendidikan dalam memberikan layanan pendidikan yang dapat mengakomodasi keberagaman kebutuhan peserta didik.

Kabid SD Dispendik Jember, H. Abdullah, M.Pd., mengatakan pendidikan inklusif membutuhkan komitmen bersama. Sekolah tidak hanya dituntut menyediakan akses pendidikan, tetapi juga memastikan setiap peserta didik memperoleh layanan pembelajaran sesuai dengan karakteristik dan kebutuhannya.

“Pendidikan inklusif ini membutuhkan komitmen bersama. Pengawas, kepala sekolah dan guru harus memiliki pemahaman yang sama bahwa setiap anak memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan dan layanan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhannya,” ujar H. Abdullah, M.Pd.

Menurutnya, guru menjadi salah satu ujung tombak dalam pelaksanaan pendidikan inklusif. Karena itu, peningkatan kapasitas guru perlu terus dilakukan agar mampu menghadapi beragam karakter dan kebutuhan peserta didik di sekolah.

“Anak-anak memiliki karakter dan kemampuan yang berbeda-beda. Sekolah harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman dan memberikan ruang bagi setiap anak untuk berkembang,” tambahnya.

Sementara itu, Inantika Sari, pengawas SD, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan penguatan bagi para pengawas dalam mendampingi satuan pendidikan.

“Kami mendapatkan banyak pemahaman baru mengenai implementasi pendidikan inklusif. Ini menjadi bekal bagi kami sebagai pengawas untuk kemudian melakukan pendampingan kepada kepala sekolah dan guru di wilayah binaan masing-masing,” ungkapnya.

Ia berharap hasil bimtek tidak berhenti pada kegiatan di dalam ruangan, tetapi dapat diterapkan secara nyata di sekolah.

Salah satu kepala sekolah peserta kegiatan juga menyambut positif pelaksanaan bimtek. Menurutnya, pemahaman mengenai pendidikan inklusif penting bagi sekolah agar mampu memberikan layanan yang lebih tepat kepada seluruh peserta didik.

“Kami mendapatkan wawasan yang sangat bermanfaat. Ke depan, apa yang kami dapatkan dari kegiatan ini akan kami coba terapkan di sekolah, termasuk bagaimana memberikan pendampingan kepada anak sesuai kebutuhan masing-masing,” ujarnya.

Hal senada disampaikan perwakilan guru. Ia menilai guru perlu memiliki kemampuan untuk memahami karakter setiap siswa.

“Tidak semua anak bisa diberikan pendekatan yang sama. Guru harus lebih peka terhadap kebutuhan siswa sehingga proses pembelajaran bisa berlangsung dengan baik dan anak merasa nyaman berada di sekolah,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, Dispendik Jember berharap penguatan pendidikan inklusif dapat terus berkembang di jenjang SD. Kolaborasi antara pengawas, kepala sekolah dan guru menjadi kunci agar sekolah mampu menghadirkan layanan pendidikan yang ramah, terbuka, dan memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk berkembang secara optimal. (hz)

Galeri Foto