logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Tanah Longsor Tutup Separuh Aliran Sungai Antrokan di Patrang, BPBD Jember Lakukan Asesmen dan Koordinasi Lanjutan

  • 13 Februari 2026
  • Dibaca 445 Kali
Bagikan Via:
tanah-longsor-tutup-separuh-aliran-sungai-antrokan-di-patrang-bpbd-jember-lakukan-asesmen-dan-koordinasi-lanjutan-20260213

Tanah Longsor Tutup Separuh Aliran Sungai Antrokan di Patrang, BPBD Jember Lakukan Asesmen dan Koordinasi Lanjutan

BPBD Kabupaten Jember melaporkan kejadian tanah longsor yang terjadi di aliran Sungai Antrokan pada Kamis, 12 Februari 2026. Kejadian tersebut berada di Lingkungan Mojan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang. Informasi awal diterima oleh petugas pada pukul 11.59 WIB, sementara asesmen lapangan dilaksanakan sekitar pukul 14.30 WIB. Longsor ini terjadi pada aliran sungai milik pemerintah provinsi dan berpotensi mengganggu fungsi aliran air secara signifikan.

Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, tanah longsor terjadi di lahan milik warga dan menutup sekitar separuh aliran Sungai Antrokan. Material longsoran memiliki panjang kurang lebih 100 meter, lebar sekitar 40 meter, dan tinggi timbunan mencapai kurang lebih 50 meter. Selain material tanah, sekitar 10 pohon ikut roboh dan terbawa longsoran hingga masuk ke badan dan aliran sungai. Kondisi tersebut menimbulkan potensi bahaya lanjutan karena dapat menyebabkan penyumbatan total aliran sungai apabila terjadi longsor susulan.

Secara kronologis, peristiwa longsor dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur wilayah Mojan, Kelurahan Bintoro, sejak Jumat, 30 Januari 2026, mulai pukul 13.00 WIB. Curah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan tanah di sekitar bantaran sungai menjadi sangat jenuh air dan labil. Kondisi tersebut diperparah oleh struktur tanah yang tidak stabil sehingga tidak mampu menahan beban air dan material di atasnya. Akibatnya, terjadi longsoran yang langsung mengarah ke aliran sungai.

Dalam penanganan awal, tim BPBD Kabupaten Jember menuju lokasi terdampak dengan menempuh jarak sekitar 2,5 kilometer berjalan kaki karena keterbatasan akses kendaraan. Tim melakukan asesmen kondisi longsoran, berkoordinasi dengan kepala lingkungan setempat, serta melakukan dokumentasi sebagai bahan laporan dan tindak lanjut. Setelah kegiatan asesmen selesai, tim kembali ke markas sekitar pukul 15.00 WIB. Hingga saat ini, material longsor masih menutup sebagian aliran sungai dan kondisi tanah di sekitar lokasi dinilai masih sangat labil.

Sebagai tindak lanjut, direncanakan pelaksanaan kerja bakti pembersihan longsoran oleh pihak kelurahan bersama warga setempat. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan setelah kondisi cuaca dinyatakan aman dan memungkinkan untuk bekerja di lapangan. Pemotongan pohon-pohon yang terbawa longsor direncanakan dilakukan oleh pemilik pohon dengan pengawasan pihak terkait. BPBD Kabupaten Jember juga merekomendasikan peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi longsor susulan serta mendorong koordinasi lintas dinas untuk penanganan lanjutan dan distribusi logistik kerja bakti.

Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa kendala yang dihadapi, antara lain akses jalan menuju lokasi yang hanya berupa jalan setapak, cuaca hujan lebat disertai petir, serta kekhawatiran terjadinya longsor susulan. Oleh karena itu, penanganan lanjutan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan petugas dan warga. BPBD Kabupaten Jember terus melakukan pemantauan kondisi lapangan dan siap mengambil langkah lanjutan sesuai perkembangan situasi.

Galeri Foto