DISPENDIK JEMBER PERKUAT PAUD AMAN BENCANA, HADIRKAN PEMATERI DARI PEMKAB BOGOR
- 04 November 2026
- Dibaca 8 Kali
Bagikan Via:
DISPENDIK JEMBER PERKUAT PAUD AMAN BENCANA, HADIRKAN PEMATERI DARI PEMKAB BOGOR
JEMBER, 04 NOVEMBER 2026 – Keselamatan anak di lingkungan pendidikan menjadi perhatian penting, terutama bagi satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Untuk memperkuat kesiapsiagaan tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Jember menggelar kegiatan Pendampingan Pelaksanaan Kegiatan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Satuan PAUD Tahun 2026, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Inne Handayani dari Pemerintah Kabupaten Bogor sebagai pemateri. Sejumlah pengawas dan penilik PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF), serta kepala satuan PAUD mengikuti pendampingan tersebut.
Dalam pemaparannya, Inne Handayani menyampaikan pentingnya membangun kesadaran dan kesiapsiagaan bencana sejak dini. Menurutnya, satuan pendidikan harus menjadi tempat yang tidak hanya memberikan layanan pembelajaran, tetapi juga mampu memberikan perlindungan dan rasa aman bagi anak-anak.
"Anak-anak merupakan kelompok yang membutuhkan perhatian khusus ketika terjadi bencana. Karena itu, satuan PAUD perlu memiliki kesiapan, mulai dari mengenali potensi bahaya di lingkungan sekolah, memahami jalur evakuasi, hingga mengetahui langkah penyelamatan ketika terjadi keadaan darurat. Kesiapsiagaan harus dibangun melalui pembiasaan, bukan hanya disampaikan sebagai teori," demikian draf kutipan yang perlu dikonfirmasi kepada Inne Handayani.
Menurutnya, edukasi kebencanaan bagi anak usia dini perlu dilakukan dengan pendekatan yang sederhana dan menyenangkan. Guru dapat mengenalkan berbagai tindakan keselamatan melalui kegiatan bermain, bercerita, maupun simulasi sederhana yang disesuaikan dengan usia anak.
Dengan demikian, anak-anak dapat memahami langkah dasar untuk melindungi diri tanpa menimbulkan rasa takut berlebihan terhadap bencana.
Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Muda Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Titik Setiyowati, S.Pd., M.Pd., mengatakan pendampingan ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kapasitas pendidik dan pengelola satuan PAUD.
Menurutnya, kesiapan menghadapi bencana harus menjadi perhatian bersama. Sebab, keberlangsungan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses belajar mengajar, tetapi juga bagaimana sekolah mampu menjamin keselamatan seluruh peserta didiknya.
"Harapan kami, melalui kegiatan ini satuan PAUD di Kabupaten Jember semakin memahami pentingnya Satuan Pendidikan Aman Bencana. Pengetahuan yang diperoleh tidak hanya berhenti dalam kegiatan pendampingan, tetapi bisa diterapkan di masing-masing lembaga, sehingga anak-anak mendapatkan layanan pendidikan yang aman, nyaman, dan berkelanjutan," demikian rancangan pernyataan Titik Setiyowati yang perlu dikonfirmasi.
Sementara itu, Kepala KB Nurul Amien Patrang, Nur Laila, menyambut baik kegiatan pendampingan tersebut. Baginya, pengetahuan tentang kebencanaan menjadi bekal penting bagi para pendidik, terutama dalam memberikan perlindungan kepada anak-anak selama berada di lingkungan sekolah.
"Sebagai pengelola satuan PAUD, kami tentu ingin memberikan lingkungan belajar yang aman bagi anak-anak. Melalui kegiatan ini, kami mendapatkan tambahan wawasan tentang bagaimana mengenali risiko bencana dan mempersiapkan langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi kondisi darurat. Harapannya, ilmu ini bisa kami terapkan di lembaga," demikian draf kutipan yang perlu dikonfirmasi kepada Nur Laila.
Lebih jauh, penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana tidak hanya berkaitan dengan kesiapan saat bencana terjadi. Keberlangsungan kegiatan pembelajaran setelah bencana juga menjadi bagian yang harus diperhatikan.
Hal tersebut sejalan dengan tujuan program SPAB, yakni memperkuat kapasitas pendidik dalam memberikan layanan pendidikan yang aman, nyaman, dan berkelanjutan serta memastikan proses pembelajaran tetap kondusif pascabencana.
Melalui pendampingan ini, diharapkan satuan PAUD di Kabupaten Jember semakin siap membangun budaya sadar bencana. Sebab, menciptakan lingkungan pendidikan yang aman bukan hanya tentang menyediakan fasilitas sekolah, tetapi juga memastikan setiap pendidik memahami tanggung jawabnya dalam melindungi anak. (hz)