Distribusi Air Bersih ke-11, BPBD dan PMI Jember Bantu 125 KK Terdampak Kekeringan di Pakusari
- 24 Juli 2026
- Dibaca 10 Kali
Bagikan Via:
Distribusi Air Bersih ke-11, BPBD dan PMI Jember Bantu 125 KK Terdampak Kekeringan di Pakusari
JEMBER, 24 JULI 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak bencana kekeringan di Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, Jumat 24 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan distribusi air bersih ke-11 yang dilakukan selama masa status siaga darurat bencana kekeringan di Kabupaten Jember.
Penyaluran bantuan berlangsung sejak pukul 09.30 WIB hingga selesai pada pukul 13.00 WIB. Tim BPBD bersama PMI mendistribusikan sebanyak 4.000 liter air bersih ke sejumlah tandon yang telah disiapkan warga, kemudian dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat terdampak.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Jember, sedikitnya 125 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan. Rinciannya, sebanyak 45 KK di RT 02 RW 13 dari total sekitar 80 KK, serta 80 KK di RT 03 RW 13 dari total sekitar 100 KK.
Kegiatan distribusi air bersih tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Jember tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026, serta menindaklanjuti Surat Permohonan Desa Sumberpinang Nomor 007/SBRPNG/VI/2026 mengenai kebutuhan bantuan air bersih bagi warga.
Hasil asesmen Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD pada 1 Juli 2026 menunjukkan bahwa memasuki musim kemarau, Dusun Bunder mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Sumber air terdekat berupa sumur bor berjarak sekitar 600 meter dari permukiman warga, namun hingga kini belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena belum tersedia meteran listrik dan jaringan pipa. Di sisi lain, sejumlah sumur milik warga mengalami penurunan debit air, sementara sebagian lainnya menghasilkan air keruh bercampur lumpur sehingga tidak layak digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.
Selama proses distribusi, petugas BPBD dan PMI menyalurkan air bersih langsung ke tandon-tandon yang tersedia agar dapat diakses masyarakat secara merata. Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif tanpa kendala berarti.
Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember, Shofi, menjelaskan bahwa distribusi air bersih dilakukan sebagai langkah cepat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau masih berlangsung.
"Distribusi air bersih ini merupakan bentuk respons terhadap kebutuhan warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat kekeringan. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat sambil menunggu adanya solusi jangka panjang terhadap ketersediaan air bersih di wilayah tersebut," ujar Shofi.
Ia menambahkan, berdasarkan kondisi di lapangan, kebutuhan air bersih masyarakat masih cukup tinggi. Oleh karena itu, BPBD merekomendasikan agar distribusi air bersih tetap dilakukan setiap dua hari sekali selama kondisi kekeringan belum berakhir.
Dalam kegiatan tersebut, unsur yang terlibat meliputi BPBD Kabupaten Jember, PMI Jember, perangkat RT/RW, serta masyarakat setempat. Sinergi antarinstansi dan partisipasi warga dinilai menjadi faktor penting sehingga proses penyaluran bantuan berjalan lancar dan tepat sasaran.
BPBD Kabupaten Jember memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi kekeringan di wilayah terdampak serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat hingga situasi kembali normal. (bob)