Distribusi Air Bersih Ke-11 Jangkau 77 KK Terdampak Kekeringan di Kalisat, BPBD Jember Pastikan Layanan Berlanjut
- 30 Juli 2026
- Dibaca 3 Kali
Bagikan Via:
Distribusi Air Bersih Ke-11 Jangkau 77 KK Terdampak Kekeringan di Kalisat, BPBD Jember Pastikan Layanan Berlanjut
Jember, Kamis 20 Juli 2026 - Musim kemarau yang masih berlangsung di Kabupaten Jember terus memberikan dampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah. Menindaklanjuti hasil asesmen Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember, pemerintah kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat. Kegiatan distribusi air bersih ke-11 tersebut dilaksanakan pada Kamis 20 Juli 2026 sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus memastikan dampak kekeringan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih serius.
Distribusi air bersih difokuskan di dua titik terdampak, yakni Dusun Kidul dan Dusun Karangpring, Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat. Berdasarkan hasil asesmen lapangan, sebanyak kurang lebih 77 kepala keluarga (KK) mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat berkurangnya sumber air selama musim kemarau. Rinciannya meliputi sekitar 35 KK di Dusun Kidul yang tersebar di RT 1 RW 8 dan RT 1 RW 6, serta sekitar 42 KK di Dusun Karangpring yang berada di RT 2 RW 1 dan RT 3 RW 1. Kondisi tersebut mendorong BPBD Kabupaten Jember bersama Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PRKPLH) segera melakukan penanganan agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.
Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Jember tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026. Selain itu, distribusi juga merupakan tindak lanjut atas surat permohonan bantuan air bersih dari Pemerintah Desa Sumberjeruk serta rekomendasi hasil asesmen TRC BPBD Kabupaten Jember yang menyatakan bahwa musim kemarau telah menyebabkan sebagian warga mengalami kesulitan memperoleh pasokan air bersih sehingga membutuhkan penanganan segera.
Tim TRC BPBD Kabupaten Jember tiba di lokasi sekitar pukul 13.00 WIB untuk melakukan asesmen ulang terhadap kondisi lapangan sekaligus memverifikasi jumlah warga terdampak. Setelah proses pendataan selesai, bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter didistribusikan ke tandon-tandon penampungan yang telah disiapkan agar dapat dimanfaatkan secara merata oleh masyarakat. Bantuan tersebut disuplai oleh Dinas PRKPLH Kabupaten Jember dengan melibatkan perangkat desa, ketua RT/RW, serta warga setempat sehingga proses penyaluran berjalan tertib, aman, dan lancar. Seluruh rangkaian kegiatan selesai pada pukul 16.30 WIB dan tim kembali ke Markas Komando BPBD Kabupaten Jember.
Kapusdalops PB BPBD Kabupaten Jember menyampaikan bahwa distribusi air bersih merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kebutuhan dasar masyarakat selama status siaga darurat kekeringan masih berlaku. Menurutnya, asesmen lapangan terus dilakukan secara berkala agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga di lapangan.
Shofi Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember mengatakan, "Distribusi air bersih ke-11 ini merupakan tindak lanjut dari hasil asesmen TRC BPBD terhadap wilayah yang mengalami kesulitan air bersih akibat musim kemarau. Kami memastikan bantuan dapat tersalurkan kepada warga yang membutuhkan melalui koordinasi bersama Dinas PRKPLH, pemerintah desa, serta unsur RT dan RW. BPBD akan terus melakukan pemantauan dan merekomendasikan pendistribusian air bersih setiap dua hari sekali dengan kapasitas 5.000 liter agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama kondisi kekeringan masih berlangsung".
BPBD Kabupaten Jember juga merekomendasikan agar distribusi air bersih dilakukan secara rutin setiap dua hari sekali dengan kapasitas 5.000 liter untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat apabila musim kemarau berlangsung lebih lama. Hingga kegiatan distribusi ke-11 ini selesai dilaksanakan, tidak ditemukan kendala berarti selama proses penyaluran berlangsung. Sinergi antara BPBD Kabupaten Jember, Dinas PRKPLH, pemerintah desa, perangkat RT/RW, serta partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan bantuan air bersih dapat diterima warga secara tepat sasaran dan menjadi langkah nyata pemerintah dalam mengurangi dampak bencana kekeringan di Kabupaten Jember. (Bob)