Diterjang Debit Air dan Beban Berat, Jembatan Lembengan, Kecamatan Ledokombo Langsung Diperbaiki!
- 25 Juni 2026
- Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
Diterjang Debit Air dan Beban Berat, Jembatan Lembengan, Kecamatan Ledokombo Langsung Diperbaiki!
JEMBER, 24 Juni 2026 – Diterjang Debit Air dan Beban Berat, Jembatan Lembengan, Kecamatan Ledokombo Langsung Diperbaiki!
Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jember kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan kelancaran akses transportasi masyarakat. Melalui Tim Unit Reaksi Cepat (URC), DPUPR melakukan penanganan dan perbaikan pada jembatan yang mengalami ambles di Desa Lembengan, Kecamatan Ledokombo.
Perbaikan tersebut dilakukan setelah adanya laporan masyarakat yang masuk melalui kanal pengaduan Wadul Gus’e. Laporan tersebut menyampaikan kondisi jembatan yang mengalami kerusakan pada bagian pondasi sehingga mengakibatkan badan jembatan mengalami penurunan atau ambles. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran warga karena jembatan merupakan akses penting yang setiap hari digunakan masyarakat untuk beraktivitas, baik untuk keperluan ekonomi, pendidikan, maupun mobilitas lainnya.
Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, kerusakan jembatan dipicu oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah tingginya intensitas kendaraan bermuatan berat, khususnya truk pengangkut material pasir yang kerap melintasi ruas tersebut. Beban kendaraan yang melebihi kapasitas ideal secara terus-menerus memberikan tekanan besar terhadap struktur jembatan. Selain itu, tingginya debit air saat hujan juga menyebabkan terjadinya penggerusan pada bagian pondasi atau abutmen jembatan, sehingga struktur penopang kehilangan kestabilannya dan mengakibatkan badan jembatan mengalami ambles.
Menanggapi kondisi tersebut, Tim URC DPUPR Kabupaten Jember segera melakukan langkah penanganan. Pekerjaan difokuskan pada perbaikan bagian pondasi yang terdampak, penguatan struktur penahan, serta penataan kembali area yang mengalami penurunan. Langkah ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi jembatan sekaligus mencegah kerusakan yang lebih parah apabila tidak segera ditangani.
Widiy, Koordinator Wilayah (Korwil) DPUPR Kabupaten Jember wilayah Ledokombo menjelaskan bahwa penanganan cepat dilakukan sebagai bentuk respons terhadap laporan masyarakat sekaligus upaya menjaga keselamatan pengguna jalan.
“Kami bergerak setelah menerima laporan yang masuk melalui kanal Wadul Gus’e. Setelah dilakukan pengecekan di lapangan, memang ditemukan adanya penurunan pada struktur jembatan yang disebabkan oleh kombinasi gerusan air dan beban kendaraan berat yang cukup tinggi. Karena jembatan ini merupakan akses vital bagi masyarakat, maka kami segera melakukan penanganan agar kondisinya tidak semakin memburuk dan tetap aman digunakan,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan kanal pengaduan masyarakat menjadi sarana penting untuk mempercepat penanganan berbagai permasalahan infrastruktur yang terjadi di lapangan. Informasi yang disampaikan warga memungkinkan pemerintah mengetahui kondisi riil secara cepat sehingga tindakan dapat segera dilakukan.
“Partisipasi masyarakat sangat membantu kami. Ketika ada kerusakan atau kondisi yang berpotensi membahayakan, masyarakat dapat segera melaporkan sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat. Kami mengapresiasi warga yang aktif menyampaikan informasi demi menjaga infrastruktur bersama,” tambahnya.
Selama proses pekerjaan berlangsung, Tim URC juga melakukan pemantauan terhadap kondisi sekitar jembatan guna memastikan tidak terdapat potensi kerusakan lanjutan. Selain perbaikan fisik, petugas turut melakukan evaluasi terhadap faktor-faktor yang menyebabkan kerusakan agar dapat menjadi bahan pertimbangan dalam upaya pemeliharaan ke depan.
Kegiatan perbaikan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Lembengan. Warga mengaku merasa lega karena kerusakan yang sebelumnya menimbulkan kekhawatiran kini telah mendapatkan penanganan dari pemerintah.
Salah seorang warga setempat, Royhan, menyampaikan apresiasinya terhadap respons cepat yang dilakukan DPUPR Kabupaten Jember. Menurutnya, kondisi jembatan yang ambles sempat membuat pengguna jalan harus lebih berhati-hati saat melintas, terutama pada malam hari dan ketika hujan turun.
“Kami sangat berterima kasih karena laporan yang disampaikan warga langsung ditindaklanjuti. Jembatan ini sangat penting bagi aktivitas masyarakat. Kalau sampai kerusakannya bertambah parah tentu akan mengganggu banyak orang. Alhamdulillah sekarang sudah ada perbaikan sehingga masyarakat merasa lebih aman saat melintas,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh warga lainnya yang menilai keberadaan Tim URC sangat membantu dalam menangani kerusakan infrastruktur secara cepat. Menurut mereka, langkah tanggap yang dilakukan pemerintah menunjukkan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat di lapangan.
Perbaikan jembatan di Desa Lembengan ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen DPUPR Kabupaten Jember dalam menjaga kualitas infrastruktur daerah. Selain mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, keberadaan jembatan yang aman dan layak juga berperan penting dalam mendukung aktivitas ekonomi serta konektivitas antarwilayah.
Melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan berbagai permasalahan infrastruktur dapat ditangani secara cepat dan tepat. DPUPR Kabupaten Jember juga mengimbau masyarakat untuk terus memanfaatkan kanal pengaduan Wadul Gus’e apabila menemukan kerusakan jalan, jembatan, maupun fasilitas umum lainnya agar dapat segera ditindaklanjuti demi terciptanya infrastruktur yang aman, nyaman, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat Kabupaten Jember. (yan)