Dorong Mutu Genetik Sapi Jember, Program IB Red Brahman Disosialisasikan kepada Peternak Desa Kasiyan Timur Kec. puger
- 02 September 2026
- Dibaca 38 Kali
Bagikan Via:
Dorong Mutu Genetik Sapi Jember, Program IB Red Brahman Disosialisasikan kepada Peternak Desa Kasiyan Timur Kec. puger
JEMBER – Upaya meningkatkan kualitas dan produktivitas sapi potong di Kabupaten Jember terus dilakukan melalui penguatan program pembibitan dan peningkatan mutu genetik. Salah satunya melalui program Inseminasi Buatan (IB) menggunakan semen beku Red Brahman yang diperkenalkan kepada para peternak di Desa Kasiyan Timur, Kecamatan Puger.
Pemaparan program peningkatan mutu genetik sapi melalui IB Red Brahman digelar pada Selasa, 1 September 2026, bertempat di rumah salah satu peternak di Desa Kasiyan Timur, Kecamatan Puger. Kegiatan tersebut dihadiri Camat Puger, Kepala Bidang Peternakan DKP3 Kabupaten Jember, Wasbitnak Ir. Purwoto, S.Pt., pengelola dan petugas Inseminasi Buatan Puskeswan Balung, Kepala Desa beserta perangkat Desa Kasiyan Timur, serta para peternak sapi dari Desa Kasiyan Timur.
Dalam pertemuan tersebut, peternak mendapatkan pemahaman mengenai tujuan, manfaat, serta mekanisme pelaksanaan program. Red Brahman diperkenalkan sebagai salah satu alternatif sumber genetik yang memiliki potensi untuk mendukung peningkatan kualitas sapi potong melalui proses perkawinan yang terarah.
Camat Puger, Asrah Joyo Widono, S.Kep., S.H., M.Si., menyambut baik pelaksanaan program tersebut dan mendorong keterlibatan aktif masyarakat peternak.
“Program ini merupakan kesempatan yang baik bagi peternak untuk meningkatkan mutu genetik ternaknya. Kami berharap para peternak dapat mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan dan aktif berkoordinasi dengan petugas, sehingga program ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan DKP3 Kabupaten Jember, drh. Elok Kristianti, S.Kh., menjelaskan bahwa keberhasilan program peningkatan mutu genetik tidak hanya bergantung pada ketersediaan semen beku, tetapi juga pada ketepatan waktu pelayanan IB dan peran aktif peternak dalam pemeliharaan ternak.
“Peternak menjadi bagian penting dalam keberhasilan program ini. Ketika sapi betina menunjukkan tanda-tanda birahi, segera laporkan kepada petugas agar pelayanan IB dapat dilakukan pada waktu yang tepat. Setelah itu, hasil keturunan juga perlu dipelihara dengan baik agar potensi genetiknya dapat berkembang secara optimal,” jelasnya.
Program tersebut menyediakan alokasi 1.500 dosis semen beku Red Brahman untuk pelaksanaan IB di tiga desa tematik, yakni Kasiyan Timur, Wonosari, dan Jambearum. Sasaran utama program diarahkan kepada peternak yang termasuk dalam desil 1 hingga desil 4.
Melalui pertemuan ini, koordinasi antara pemerintah daerah, Kecamatan Puger, pemerintah desa, petugas IB, dan masyarakat peternak semakin diperkuat. Antusiasme peternak diharapkan menjadi modal penting dalam mendukung keberhasilan program sekaligus mendorong peningkatan kualitas sapi potong dan kesejahteraan peternak di Kabupaten Jember.(ran)