DPMPTSP Jember Dorong Potensi Lokal Masuk dalam Arah Kebijakan Investasi Jawa Timur 2025–2045
- 06 November 2026
- Dibaca 6 Kali
Bagikan Via:
DPMPTSP Jember Dorong Potensi Lokal Masuk dalam Arah Kebijakan Investasi Jawa Timur 2025–2045
SURABAYA - Setiap daerah memiliki potensi yang dapat menjadi kekuatan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, potensi tersebut membutuhkan arah kebijakan yang tepat agar mampu berkembang menjadi peluang investasi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Semangat inilah yang dibawa Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jember dalam Forum Konsultasi Publik Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) Provinsi Jawa Timur Tahun 2025–2045, yang diselenggarakan oleh DPMPTSP Provinsi Jawa Timur di Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama, Jumat (6/11/2026).
Dalam forum tersebut, DPMPTSP Kabupaten Jember diwakili oleh Koordinator Substansi Penanaman Modal bersama jajaran staf. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan arah kebijakan investasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, akademisi, serta masyarakat.
Penyusunan RUPM Jawa Timur 2025–2045 menjadi langkah penting untuk menentukan arah pembangunan investasi jangka panjang. Dokumen tersebut diharapkan mampu menciptakan iklim investasi yang produktif, berkualitas, berdaya saing, serta berkelanjutan menuju Jawa Timur Sejahtera 2045.
Dalam pembahasannya, berbagai aspek strategis menjadi perhatian, mulai dari penguatan sektor unggulan, hilirisasi industri, pemerataan investasi antarwilayah, kepastian regulasi, hingga kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia.
Bagi Kabupaten Jember, forum ini menjadi kesempatan untuk menyampaikan sejumlah masukan agar arah kebijakan investasi Jawa Timur turut mengakomodasi potensi dan karakteristik daerah.
Koordinator Substansi Penanaman Modal DPMPTSP Kabupaten Jember, Ahmad Afandi Wijaya, S.HI., M.Si (Han), menyampaikan bahwa Jember memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, dan hortikultura yang perlu didorong melalui pengembangan investasi berbasis hilirisasi.
Menurutnya, investasi tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan nilai realisasi, tetapi juga harus mampu memberikan nilai tambah bagi komoditas lokal, membuka lapangan pekerjaan, serta melibatkan masyarakat dan pelaku usaha daerah.
“Jember memiliki potensi unggulan yang perlu terus diperkuat, terutama pada sektor pertanian, perkebunan, tembakau, kopi, dan kakao. Kami berharap arah kebijakan investasi ke depan tidak hanya mendorong masuknya investor, tetapi juga memperkuat hilirisasi agar komoditas lokal memiliki nilai tambah dan mampu memberikan manfaat lebih besar bagi perekonomian daerah,” ungkap Ahmad Afandi Wijaya.
Dalam forum tersebut, DPMPTSP Jember juga menyampaikan sejumlah masukan strategis. Di antaranya penguatan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT), pengembangan klaster hilirisasi kopi dan kakao, serta peningkatan investasi yang menghubungkan petani lokal dengan industri pengolahan melalui kemitraan rantai pasok.
Selain itu, Jember turut mendorong penguatan infrastruktur pendukung investasi, seperti fasilitas logistik pangan, pergudangan modern, dan sistem rantai dingin untuk mendukung distribusi produk pertanian maupun perikanan.
Aspek peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Kolaborasi antara investor, perguruan tinggi, dan lembaga pendidikan vokasi dinilai penting untuk menyesuaikan kompetensi tenaga kerja lokal dengan kebutuhan industri, termasuk pengembangan teknologi pertanian dan agroindustri.
Tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, DPMPTSP Jember juga menekankan pentingnya investasi yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), ekonomi sirkular, serta pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT).
Partisipasi dalam forum ini menjadi bagian dari upaya DPMPTSP Kabupaten Jember untuk memastikan bahwa potensi daerah mendapatkan ruang dalam perencanaan investasi di tingkat provinsi.
Melalui sinergi dan penyelarasan kebijakan tersebut, diharapkan pengembangan investasi di Kabupaten Jember semakin terarah, mampu menarik peluang usaha yang berkualitas, memperkuat sektor unggulan, serta memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.