DPMPTSP Jember Perkuat Sinkronisasi Perencanaan Investasi Daerah Melalui Koordinasi dengan BKPM
- 15 Juni 2026
- Dibaca 6 Kali
Bagikan Via:
DPMPTSP Jember Perkuat Sinkronisasi Perencanaan Investasi Daerah Melalui Koordinasi dengan BKPM
Jakarta - Upaya meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan sektor investasi terus dilakukan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jember. Melalui kegiatan koordinasi dan sinkronisasi program dengan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), DPMPTSP Jember berupaya memastikan arah kebijakan dan program daerah selaras dengan kebijakan investasi nasional.
Kegiatan yang berlangsung di Jakarta pada Rabu (10/6/2026) tersebut diikuti oleh perwakilan perencana DPMPTSP Kabupaten Jember, yakni Dimitri Krisdhanara, S.H. dan Agus Fakhrudin. Pertemuan ini menjadi bagian dari langkah strategis DPMPTSP dalam menyusun dokumen perencanaan yang lebih berkualitas, terukur, dan berdampak terhadap peningkatan investasi daerah.
Dalam koordinasi tersebut, DPMPTSP Jember memperoleh berbagai masukan dan arahan dari BKPM terkait penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Perangkat Daerah, penyelarasan pohon kinerja dan cascading kinerja, hingga pengembangan indikator kinerja urusan penanaman modal. Selain itu, pembahasan juga difokuskan pada upaya memperkuat sinkronisasi antara kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang semakin kompetitif.
Melalui diskusi yang berlangsung, BKPM menjelaskan bahwa keberhasilan pembangunan sektor investasi membutuhkan kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat dan daerah. Oleh karena itu, perangkat daerah yang menangani urusan penanaman modal didorong untuk memperkuat koordinasi dengan berbagai deputi di lingkungan BKPM agar program dan kegiatan yang dilaksanakan dapat mendukung target investasi nasional sekaligus menjawab kebutuhan daerah.
Salah satu materi yang menjadi perhatian dalam koordinasi tersebut adalah metode penetapan target realisasi investasi daerah. BKPM menjelaskan bahwa target investasi tidak hanya didasarkan pada capaian tahun sebelumnya, tetapi juga mempertimbangkan target nasional yang ditetapkan pemerintah. Target yang disusun harus realistis, namun tetap menantang agar mampu mendorong peningkatan kinerja pemerintah daerah dalam menarik investasi.
Selain itu, BKPM juga memaparkan pendekatan dalam penetapan target investasi yang dilakukan melalui kombinasi metode top-down dan bottom-up. Pendekatan tersebut memungkinkan target investasi disusun berdasarkan arah kebijakan nasional sekaligus mempertimbangkan potensi, peluang, dan kondisi riil yang dimiliki masing-masing daerah.
Dalam penyusunan dokumen perencanaan jangka menengah, BKPM mengarahkan agar tujuan dan sasaran DPMPTSP tidak hanya berfokus pada pelayanan administrasi perizinan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satu gagasan yang dibahas adalah pengembangan indikator daya saing investasi daerah sebagai instrumen untuk mengukur kondisi dan perkembangan iklim investasi secara lebih komprehensif.
Koordinasi tersebut juga membahas penyusunan indikator kinerja yang lebih terukur dan berdampak. BKPM menekankan pentingnya penggunaan indikator yang memenuhi prinsip SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Time Bound) sehingga hasil pembangunan dapat diukur secara objektif dan akuntabel.
Saat diwawancarai pada 15 Juni 2026, Sekretaris DPMPTSP Kabupaten Jember, Wadaatul Mabruroh, S.P., menyampaikan bahwa kegiatan koordinasi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kualitas perencanaan perangkat daerah, khususnya pada urusan penanaman modal.
"Melalui koordinasi ini, DPMPTSP Kabupaten Jember memperoleh berbagai masukan strategis yang akan menjadi bahan dalam penyusunan dokumen perencanaan ke depan. Kami berkomitmen untuk terus menyelaraskan program dan indikator kinerja dengan kebijakan nasional, sehingga upaya peningkatan investasi di Kabupaten Jember dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah," ujarnya.
Hasil koordinasi dan sinkronisasi program ini selanjutnya akan menjadi bahan tindak lanjut DPMPTSP Kabupaten Jember dalam menyusun perencanaan yang lebih adaptif terhadap perkembangan investasi, sekaligus memperkuat peran daerah dalam mendukung target investasi nasional. Dengan perencanaan yang semakin matang dan selaras, diharapkan iklim investasi di Kabupaten Jember terus berkembang sehingga mampu menarik lebih banyak investor, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.