DPRD Jember Serahkan Rekomendasi LKPJ 2025, Bupati Fawait Komitmen Pacu Efisiensi dan Tekan Kemiskinan
- 11 April 2026
- Dibaca 295 Kali
Bagikan Via:
DPRD Jember Serahkan Rekomendasi LKPJ 2025, Bupati Fawait Komitmen Pacu Efisiensi dan Tekan Kemiskinan
JEMBER, 11 APRIL 2026 - Pimpinan DPRD Kabupaten Jember resmi mengetok palu penetapan dan menyerahkan dokumen rekomendasi atas LKPJ Bupati Tahun Anggaran 2025 di Gedung DPRD Jember, Jumat, 10 April 2026.
Agenda ini menjadi landasan evaluasi bagi eksekutif dalam menjalankan roda pemerintahan pada sisa tahun anggaran berjalan.
Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim, menyatakan bahwa rekomendasi tersebut merupakan kompilasi catatan dari seluruh fraksi yang ada di legislatif.
"Itu kan hasil dari aspirasi teman-teman fraksi. Apa yang menjadi catatan, jadi nanti kita akan telaah lebih lanjut. Jadi dalam artian apa yang bisa dilakukan dalam waktu jangka pendek, menengah, dan panjang," ujar Halim usai acara.
Halim menyoroti pentingnya stabilitas birokrasi melalui sistem meritokrasi yang sehat. Ia menilai, kebijakan yang diterapkan sepanjang tahun 2025 telah memberikan dampak nyata pada semangat kerja aparatur negara.
"Karena hampir dalam satu tahun ini, tahun 2025 saya lihat ternyata setelah ada perbaikan sistem, misalkan tidak ada penurunan pejabat eselon, itu akan membangkitkan kinerja para teman-teman di bawah. Tidak ada pengurangan TPP ASN, kemudian pengangkatan pejabat tepat waktu," ungkap Halim.
Lebih lanjut, Halim menekankan bahwa efektivitas kebijakan pemerintah sangat bergantung pada penguatan sektor akar rumput.
Ia memastikan legislatif akan memprioritaskan pengawasan pada stimulus bagi guru ngaji dan kader posyandu sebagai pihak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
"Diperbaiki lagi termasuk stimulus yang akan diberikan kepada guru ngaji, ada Posyandu juga, untuk meningkatkan LPP. Ini kan menjadi penyemangat bagi mereka yang ada di bawah karena hampir semua tonggak pemerintahan ini ada di bawah, terutama di bawah implementasi," tegas Halim.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyambut baik rekomendasi tersebut dan menegaskan komitmennya untuk mencapai target sosial yang lebih ambisius, khususnya dalam menekan angka kemiskinan.
"Kami ingin angka kemiskinan itu di bawah 200.000 dan hari ini kita penurunannya sudah tertinggi se-Jawa Timur nomor dua. Kalau di Tapal Kuda kita tertinggi ya penurunan kemiskinan. Mudah-mudahan tahun depan kita bisa di bawah angka 200.000. Dan itu target saya," tegas Gus Fawait sapaan akrab Muhammad Fawait.
Selain target sosial, Gus Fawait juga memaparkan kebijakan efisiensi yang ketat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember, mulai dari penyesuaian pola kerja hingga gaya hidup pejabat.
"Ya, alhamdulillah insyaallah mulai minggu depan kita akan melaksanakan WFH sesuai anjuran Pemerintah Pusat setiap hari Jumat. Walaupun WFH itu tidak untuk eselon II ya, tapi untuk yang tidak langsung berkaitan dengan pelayanan publik," jelasnya.
Gus Fawait juga memberikan contoh konkret penghematan yang dilakukan mulai dari unsur pimpinan.
"Contoh mobil dinas Bupati ini sudah Avanza, itu sudah penghematan. Kemudian ketika ada acara para kepala OPD itu kita ajak bareng-bareng, tidak sendiri-sendiri. Jadi kita nanti ajaknya bareng-bareng rame-rame," tambahnya.
Dalam kesempatan itu Gus Fawait juga menyampaikan sinergi dengan Pemerintah Pusat untuk memperbaiki infrastruktur yang telah lama terabaikan.
Ia menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Jember berhasil melobi anggaran untuk sektor pasar. "Alhamdulillah Pemerintah Pusat sudah menyetujui untuk pembangunan kembali Pasar Tanjung dan insyaallah akan ada lima pasar lagi nanti yang akan menyusul untuk perbaikan-perbaikan," tutur Gus Fawait.
Mengenai penanganan banjir yang menjadi persoalan menahun di Jember, Ahmad Halim menyoroti perbaikan dam untuk mitigasi banjir.
"Artinya bahwa selama ini ternyata banjir, dinding penahan terutama embung-embung atau Dam itu yang rusak selama hampir 20 tahun tidak ada perbaikan. Dan ini menjadi kewenangan Pemerintah Pusat. Alhamdulillah Pemerintah Pusat merespon untuk membangun Dam-dam tersebut," pungkasnya. (gil)