logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

Puskesmas Tempurejo Jangkau Ibu Hamil Risiko Tinggi, Hadirkan Layanan Kesehatan hingga ke Rumah

  • 15 Juli 2026
  • Dibaca 11 Kali
Bagikan Via:
puskesmas-tempurejo-jangkau-ibu-hamil-risiko-tinggi-hadirkan-layanan-kesehatan-hingga-ke-rumah-20260715

Puskesmas Tempurejo Jangkau Ibu Hamil Risiko Tinggi, Hadirkan Layanan Kesehatan hingga ke Rumah

JEMBER, 15 JULI 2026 – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Jember terus mengoptimalkan layanan kesehatan inklusif bagi masyarakat. Salah satu langkah konkretnya adalah melalui penguatan program home visit (kunjungan rumah) guna memastikan kelompok rentan tetap mendapatkan pelayanan medis berkualitas tanpa terkendala akses geografis maupun mobilitas.

Komitmen jemput bola ini ditunjukkan secara nyata oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Tempurejo. Tim kesehatan yang dipimpin langsung oleh Kepala UPTD Puskesmas Tempurejo, dr. Reni Septa Anggraeni, melakukan kunjungan home visit ke kediaman seorang ibu hamil dengan kategori risiko tinggi di Desa Tempurejo, awal pekan ini. Kegiatan ini turut didampingi oleh jajaran tenaga kesehatan puskesmas serta staf Kecamatan Tempurejo.

Melalui layanan home visit ini, petugas medis melakukan pemeriksaan kondisi fisik ibu hamil secara menyeluruh, memantau perkembangan janin, memberikan edukasi mengenai tanda bahaya kehamilan, serta memastikan pasien mendapatkan pendampingan medis yang berkesinambungan. Upaya preventif ini diharapkan dapat menekan angka risiko komplikasi kehamilan sekaligus meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak di wilayah tersebut.

Kepala UPTD Puskesmas Tempurejo, dr. Reni Septa Anggraeni, menegaskan bahwa layanan home visit merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan yang responsif dan berkeadilan.

"Program ini adalah komitmen kami untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki hambatan fisik atau transportasi untuk datang langsung ke fasilitas kesehatan," ujar Reni.

Manfaat program ini dirasakan langsung oleh Nur Azmi (21), salah seorang ibu hamil penerima layanan. Ia mengaku sangat terbantu dengan kepedulian para petugas medis yang bersedia mendatangi kediamannya.

"Saya merasa sangat terbantu dengan adanya kunjungan seperti ini. Suami saya harus bekerja, sehingga tidak ada yang bisa mengantarkan saya untuk rutin memeriksakan kandungan ke puskesmas," tutur Nur Azmi dengan nada penuh syukur.

Melalui keberlanjutan program home visit, Pemerintah Kabupaten Jember berharap kualitas pelayanan publik di sektor kesehatan terus meningkat. Program ini tidak hanya memprioritaskan ibu hamil berisiko tinggi, melainkan juga menyasar kelompok rentan lainnya seperti lansia dan penyandang disabilitas demi mewujudkan masyarakat Jember yang lebih sehat, sejahtera, dan mandiri. (nay)

Galeri Foto