Laboratorium DTPHP: Bengkel Ilmu Tempat Mencetak "Tangan Dingin" Generasi Muda
- 17 Maret 2026
- Dibaca 170 Kali
Bagikan Via:
Laboratorium DTPHP: Bengkel Ilmu Tempat Mencetak "Tangan Dingin" Generasi Muda
JEMBER, 17 MARET 2026 - Di balik barisan botol kaca yang tersusun rapi di laboratorium Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Pemkab Jember, tersimpan misi besar: edukasi.
Pada Selasa siang 17 Maret 2026, Laboran DTPHP Pemkab Jember, Chandra menjelaskan, laboratorium ini bukan sekadar tempat produksi, melainkan ruang kelas bagi siswa SMK untuk mengasah keterampilan teknis. Di sini, pembibitan anggrek menjadi kurikulum nyata yang mengajarkan ketelitian tingkat tinggi.
Chandra menekankan bahwa orientasi utama laboratorium saat ini adalah pendidikan, sehingga volume produksi tidak sebesar produsen komersial. "Ini kan kita yang di sini untuk edukasi anak-anak jadi nggak bisa produksinya bisa banyak kayak orang-orang itu gitu. Namanya anak belajar kan mesti kontan gitu. Kalau sedikit bahannya kadang-kadang berkurang punya kita karena kan kontan tapi kan dia keluar dari sini udah bisa," ujarnya saat ditemui pukul 14.00 WIB.
Ia memiliki target kompetensi yang jelas bagi para siswa yang belajar di sana. "Target saya selama satu bulan setengah atau empat bulan dia keluar sudah bisa, pasti sudah bisa gitu. Karena ya itu tadi, apa karena yang anak masih belajar ya gitu," tegas Chandra.
Pemberdayaan ini tidak berhenti pada siswa. Chandra juga membuka pintu bagi rekan sejawat seperti Hendro dan Agung yang ingin mendalami teknik media tanam.
"Kalau ada kegiatan lagi nanti saya Pak Hendro di sini buat media, Pak Agung minta juga mau ajarkan Pak Agung juga? Nanti ada gilirannya, saya pengen katanya," ceritanya sambil tersenyum. Semangat berbagi ilmu ini didasari keyakinan bahwa semakin banyak orang yang menguasai teknik ini, semakin maju industri hortikultura daerah.
Program edukasi ini menciptakan ekosistem di mana pendidikan bertemu kebutuhan industri. Banyak sekolah yang mengandalkan laboratorium ini sebagai pemasok bahan ajar.
"Dijual kita biasanya ada yang SMK-SMK itu kan pesen botolan untuk ujian untuk praktek ngambil ke sini," Pak Chandra. Dengan memberikan ruang bagi anak muda untuk terjun langsung, ia sedang membibitkan masa depan pertanian yang lebih cerah.
Pelatihan yang "kontan" atau langsung praktik ini memastikan para siswa tidak hanya menguasai teori, tetapi benar-benar memiliki keahlian yang siap pakai di dunia kerja. (fan)