Sinergi Lintas Sektor Kecamatan Pakusari, Respons Cepat Aduan "Wadul Guse" di Desa Kertosari
- 20 April 2026
- Dibaca 186 Kali
Bagikan Via:
Sinergi Lintas Sektor Kecamatan Pakusari, Respons Cepat Aduan "Wadul Guse" di Desa Kertosari
JEMBER, 20 APRIL 2026 - Sinergi lintas sektor di Kecamatan Pakusari bergerak cepat merespons keluhan masyarakat melalui kanal pengaduan “Wadul Guse” terkait luapan air yang menggenangi jalan raya di Dusun Lamparan, Desa Kertosari, Kecamatan Pakusari.
Melalui aksi tanggap darurat yang melibatkan jajaran UPTD Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA), Pemerintah Kecamatan Pakusari, perangkat desa, serta unsur TNI/Polri, penyumbatan pada saluran drainase yang melintasi jalan raya tersebut berhasil diatasi melalui kegiatan kerja bakti masif.
Permasalahan ini bermula dari laporan warga melalui platform digital "Wadul Guse", sebuah kanal aspirasi masyarakat yang dikelola Pemerintah Kabupaten Jember untuk mempercepat penanganan masalah publik.
Warga melaporkan bahwa setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi, air meluap hingga menutupi badan jalan di Dusun Lamparan. Kondisi ini tidak hanya mengganggu arus lalu lintas penghubung antar-kecamatan, tetapi juga membahayakan keselamatan pengendara akibat jalan yang licin dan tertutup genangan air yang cukup dalam.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim teknis segera melakukan peninjauan lapangan. Ditemukan bahwa penyebab utama luapan adalah penyumbatan total pada gorong-gorong yang melintang di bawah jalan raya.
Penumpukan sedimen tanah, sampah domestik, serta material sisa proyek bangunan menyumbat aliran air, sehingga debit air yang besar dari hulu tidak mampu dialirkan dengan sempurna ke pembuangan akhir.
Camat Pakusari, Rifendi Wahjuwibakti, yang memimpin langsung jalannya evakuasi di lapangan menegaskan bahwa tindakan ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam mengawal setiap aduan yang masuk ke meja pimpinan.
"Aksi hari ini adalah pembuktian bahwa sistem 'Wadul Guse' bukan sekadar kanal formalitas, melainkan jembatan yang menghubungkan kegelisahan warga dengan solusi nyata melalui sinergi lintas sektor yang solid," tegas Rifendi Wahjuwibakti di tengah peninjauan lokasi, Senin 20 April 2026.
Selain melakukan normalisasi fisik, aksi ini juga dibarengi dengan langkah preventif bagi masyarakat sekitar. Kepala Desa Kertosari menyampaikan apresiasi atas respons cepat dari jajaran pemerintah kecamatan dan kabupaten dalam menangani persoalan di wilayahnya.
Ia menekankan pentingnya peran aktif masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah ke saluran air demi menjaga kelancaran drainase demi kepentingan bersama.
Lebih lanjut, pihak Pemerintah Desa Kertosari menyatakan bahwa faktor utama penyumbatan adalah akumulasi tumpukan sampah dan sedimen yang dibiarkan mengendap terlalu lama.
Sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, pemerintah desa berkomitmen untuk mengaktifkan kembali jadwal kerja bakti rutin di tingkat dusun secara berkala serta melakukan pengawasan terhadap kebersihan saluran air di titik-titik rawan.
Hingga berita ini diturunkan, aliran air di saluran drainase Dusun Lamparan telah kembali normal, dan jalan raya sudah dapat dilalui kendaraan dengan aman tanpa terkendala luapan air.
Pemerintah Kabupaten Jember mengimbau warga untuk terus memanfaatkan kanal "Wadul Guse" sebagai sarana komunikasi dua arah demi percepatan perbaikan fasilitas publik di wilayah tersebut. (zal)