BPBD Jember Tanamkan Budaya Siaga Bencana Sejak Hari Pertama Sekolah, Lebih dari 1.100 Siswa Ikuti Edukasi MPLS
- 15 Juli 2026
- Dibaca 37 Kali
Bagikan Via:
BPBD Jember Tanamkan Budaya Siaga Bencana Sejak Hari Pertama Sekolah, Lebih dari 1.100 Siswa Ikuti Edukasi MPLS
JEMBER – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember memanfaatkan momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 untuk memperkuat budaya kesiapsiagaan bencana di kalangan pelajar. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu 15 Juli 2026 ini dilaksanakan secara serentak di tiga sekolah, yakni SMK Negeri 2 Jember, SMP Ma’arif Wuluhan, dan SMP Negeri 9 Jember. Melalui sosialisasi tersebut, BPBD Jember memberikan bekal pengetahuan dasar mengenai kebencanaan kepada lebih dari 1.100 peserta didik baru agar mampu memahami risiko bencana serta mengetahui langkah penyelamatan diri sejak dini.
Pelaksanaan kegiatan ini didasarkan pada permohonan narasumber dari masing-masing sekolah yang menginginkan materi kesiapsiagaan bencana menjadi bagian dari rangkaian MPLS. BPBD Kabupaten Jember kemudian menugaskan tujuh personel yang terbagi dalam beberapa kelompok untuk memberikan materi secara langsung kepada para siswa. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh pihak sekolah serta mahasiswa magang Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember yang turut mengikuti jalannya edukasi.
Di SMK Negeri 2 Jember, sosialisasi dilaksanakan dalam dua sesi mengingat jumlah peserta mencapai sekitar 800 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok. Materi disampaikan oleh Fikri Auzan, S.T., Venny Nur Farida, S.T., dan Farikha Mualida Nafi Arti, S.T. Sementara itu, di SMP Ma’arif Wuluhan, edukasi diberikan kepada sekitar 63 siswa oleh Rizky Kusumawardani Putri, S.Geo., bersama Muhammad Rizal Purnama. Adapun di SMP Negeri 9 Jember, penyampaian materi dilakukan oleh M. Miftachul Munir, S.T. kepada sekitar 240 peserta didik baru. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung sesuai jadwal dan berakhir dengan aman, tertib, serta lancar.
Materi yang diberikan tidak hanya mengenalkan konsep dasar kebencanaan, tetapi juga mengulas berbagai potensi ancaman bencana yang ada di Kabupaten Jember. Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai tindakan penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi, pentingnya menyiapkan tas siaga bencana, hingga membangun budaya sadar bencana di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari. Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif sehingga para siswa dapat memahami pentingnya kesiapsiagaan sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para siswa aktif mengikuti jalannya sosialisasi serta memberikan respons terhadap berbagai materi yang disampaikan oleh narasumber. Tingginya partisipasi ini menunjukkan bahwa edukasi kebencanaan menjadi kebutuhan penting dalam membentuk karakter peserta didik yang tanggap terhadap situasi darurat. Selain memberikan wawasan baru, kegiatan tersebut juga menjadi langkah awal dalam membangun lingkungan sekolah yang lebih aman dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.
Kegiatan ini sekaligus mencerminkan meningkatnya kepedulian satuan pendidikan terhadap isu kebencanaan. Semakin banyak sekolah di Kabupaten Jember yang mulai mengintegrasikan materi kesiapsiagaan bencana ke dalam agenda MPLS sebagai bekal awal bagi peserta didik baru. Langkah tersebut dinilai penting karena sekolah merupakan salah satu ruang publik yang harus memiliki budaya kesiapsiagaan sehingga seluruh warga sekolah memahami prosedur penyelamatan apabila terjadi keadaan darurat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Jember, Maryani, S.Kom., M.M, mengatakan bahwa edukasi kebencanaan kepada peserta didik merupakan investasi jangka panjang dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana. Menurutnya, pengetahuan mengenai mitigasi harus dikenalkan sejak awal agar menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.
"MPLS merupakan momentum yang sangat tepat untuk menanamkan budaya sadar bencana kepada peserta didik baru. Kami berharap para siswa tidak hanya memahami teori mengenai kebencanaan, tetapi juga mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat. Dengan bekal pengetahuan sejak dini, mereka diharapkan mampu melindungi diri sendiri, membantu sesama, serta menjadi agen penyebar informasi kesiapsiagaan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat," ujar Maryani.
Melalui kegiatan ini, BPBD Kabupaten Jember menegaskan komitmennya untuk terus memperluas edukasi kebencanaan di lingkungan pendidikan. Dengan meningkatnya kesadaran dan kesiapsiagaan sejak usia sekolah, diharapkan lahir generasi yang lebih tangguh, adaptif, dan mampu berperan aktif dalam upaya pengurangan risiko bencana di Kabupaten Jember. (Bob)