DPRKPLH Jember Bekali Kader PKK Kaliwates Teknik Pilah Sampah dari Sumbernya
- 11 Juni 2026
- Dibaca 13 Kali
Bagikan Via:
DPRKPLH Jember Bekali Kader PKK Kaliwates Teknik Pilah Sampah dari Sumbernya
JEMBER, 11 JUNI 2026 – Upaya memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat terus dilakukan di Kelurahan Kaliwates. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi penguatan peran Tim Penggerak PKK dalam pengelolaan sampah yang digelar di Pendopo Kelurahan Kaliwates, Kecamatan Kaliwates, Kamis 11 Juni 2026.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari DPRKPLH Kabupaten Jember, Nurul Hidayah yang akrab disapa Cak Oyong. Sosialisasi diikuti oleh Tim Penggerak PKK Kelurahan Kaliwates serta sejumlah unsur masyarakat yang selama ini turut berperan dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Saat membuka materi, Cak Oyong menyampaikan apresiasi kepada Kelurahan Kaliwates yang dipercaya oleh Bupati Jember sebagai pilot project atau percontohan pengelolaan sampah di tingkat kelurahan. Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan peluang sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat.
Ia menilai berbagai upaya yang selama ini dilakukan Kelurahan Kaliwates dalam penanganan sampah telah menunjukkan komitmen yang kuat sehingga mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Jember.
Dalam pemaparannya, Cak Oyong menjelaskan pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumber, yakni rumah tangga. Ia menerangkan bahwa sampah pada dasarnya memiliki banyak jenis dan karakteristik yang berbeda sehingga memerlukan penanganan yang berbeda pula.
Peserta diberikan pemahaman mengenai pemisahan sampah organik dan anorganik sebagai langkah awal pengelolaan sampah yang efektif. Selain itu, ia juga mengenalkan kategori sampah residu dan nonresidu yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, sampah nonresidu yang masih memiliki nilai guna dapat didaur ulang atau dimanfaatkan kembali sehingga memiliki nilai ekonomi. Sementara itu, sampah organik yang mudah membusuk dapat diolah menjadi kompos atau pupuk yang bermanfaat bagi lingkungan maupun kegiatan pertanian rumah tangga.
Dalam sesi materi, Cak Oyong juga menunjukkan berbagai contoh jenis sampah untuk memudahkan peserta memahami proses pemilahan. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menerapkan pengelolaan sampah secara mandiri di lingkungan masing-masing.
Ia menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa terus-menerus dibebankan kepada tempat pembuangan akhir (TPA). Menurutnya, masyarakat perlu mengambil peran aktif dengan mengurangi, memilah, dan mengolah sampah sejak dari rumah agar volume sampah yang dibuang ke TPA dapat ditekan.
"Kita tidak boleh hanya bergantung pada TPA untuk menyelesaikan persoalan sampah. Pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga melalui pemilahan yang benar. Sampah yang masih memiliki nilai guna dapat didaur ulang, sedangkan sampah organik bisa diolah menjadi kompos. Jika dilakukan secara konsisten, volume sampah yang dibuang akan jauh berkurang dan lingkungan menjadi lebih bersih," ujar Cak Oyong.
Lebih lanjut, ia berharap materi yang disampaikan tidak berhenti pada tataran teori, tetapi benar-benar diterapkan oleh para peserta di lingkungan masing-masing. Peran Tim Penggerak PKK dinilai sangat strategis dalam mengedukasi masyarakat karena memiliki jaringan yang dekat dengan keluarga dan warga di tingkat lingkungan.
"Kelurahan Kaliwates saat ini mengemban amanah sebagai percontohan pengelolaan sampah. Karena itu, saya berharap ilmu yang diperoleh hari ini tidak hanya dipahami, tetapi juga dipraktikkan dan disebarluaskan kepada masyarakat. PKK memiliki peran penting untuk menggerakkan perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Cak Oyong juga membuka peluang untuk pelatihan lanjutan guna meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengolahan sampah. Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk memberikan pelatihan pembuatan kompos aerob maupun anaerob yang dinilai efektif dalam mengurangi sampah organik sekaligus menghasilkan produk yang bermanfaat.
"Ke depan saya berharap ada pelatihan lanjutan agar pengelolaan sampah terus berkembang dan tidak berjalan dengan pola yang sama. Kami siap berbagi pengetahuan tentang pembuatan kompos aerob maupun anaerob sebagai salah satu solusi yang sederhana, murah, dan bermanfaat bagi lingkungan serta masyarakat," tambahnya. (anr)