DPRKPLH Jember Dampingi Tim Gabungan Sasar 4 Titik Homecare, Fokus Ibu Hamil Risti dan Disabilitas di Gumukmas
- 19 September 2026
- Dibaca 14 Kali
Bagikan Via:
DPRKPLH Jember Dampingi Tim Gabungan Sasar 4 Titik Homecare, Fokus Ibu Hamil Risti dan Disabilitas di Gumukmas
JEMBER, 19 SEPTEMBER 2026 – Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Jember selaku pengampu program Homecare di Kecamatan Gumukmas kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan dan kepedulian sosial secara langsung kepada masyarakat.
Pada Jumat, 18 September 2026, tim gabungan menyisir empat titik di wilayah Kecamatan Gumukmas untuk memberikan pemeriksaan kesehatan dan penanganan medis langsung di rumah warga yang menjadi sasaran program.
Kegiatan pelayanan Homecare yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut melibatkan Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Harry; perwakilan DPRKPLH Kabupaten Jember, Khoiron; Camat Gumukmas Choirul beserta jajaran; Kepala Puskesmas Gumukmas beserta tim tenaga kesehatan; Kepala Puskesmas Tembokrejo beserta tim tenaga kesehatan; serta Pemerintah Desa Menampu dan Bagorejo.
Mewakili Kepala DPRKPLH Kabupaten Jember, Khoiron mengatakan, sinergi antarinstansi tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam merespons kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok rentan yang membutuhkan perawatan intensif dan pemantauan kesehatan secara berkala.
“Selain memastikan kondisi kesehatan warga tetap terjaga, kami juga mengevaluasi kelayakan tempat tinggal mereka. Rumah sasaran Homecare yang terdata dan masuk kategori layak dibantu akan segera kami ajukan sebagai prioritas program bedah rumah,” ujarnya.
Dalam kunjungan lapangan tersebut, tim gabungan menjangkau empat sasaran prioritas yang tersebar di Desa Menampu dan Desa Bagorejo.
Sasaran pertama adalah Mita Firnanda (19), warga Dusun Krajan RT 01/RW 08, Desa Menampu, yang masuk kategori ibu hamil risiko tinggi. Berdasarkan hasil kunjungan dan pemeriksaan, usia kehamilan Mita mencapai 34–35 minggu. Ia juga mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan kehamilan pada usia muda.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, tim tenaga kesehatan Puskesmas Tembokrejo memberikan paket suplemen berupa vitamin tambahan dan kalsium. Tim juga memberikan edukasi mengenai pemenuhan kebutuhan gizi selama masa kehamilan.
Sasaran kedua adalah Sugeng (58), warga Dusun Pulorejo RT 01/RW 23, Desa Menampu, yang masuk kategori penyandang disabilitas mental. Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi medis yang bersangkutan masuk kategori disabilitas mental dengan indikasi susp. osteoarthritis.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, kondisi Sugeng secara umum baik. Tim Puskesmas Gumukmas kemudian memberikan terapi obat rutin berupa vitamin B kompleks dan natrium diklofenak untuk membantu meredakan keluhan nyeri sendi.
Sasaran ketiga adalah Zaenal Arifin (38), warga Dusun Ampeldento RT 01/RW 07, Desa Bagorejo, yang masuk kategori penyandang disabilitas/ODGJ dan tunanetra.
Berdasarkan hasil kunjungan dan pemeriksaan, Zaenal mengalami penurunan fungsi penglihatan sejak 2005, disertai penurunan fungsi mental. Ia didiagnosis sebagai ODGJ (F20), dengan indikasi katarak pada mata kanan (OD) dan indikasi glaukoma pada mata kiri (OS).
Menindaklanjuti kondisi tersebut, tim medis menerbitkan surat rujukan ke Poli Mata RSD Balung untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Tim juga menjadwalkan pendampingan pengobatan rutin di Poli Jiwa.
Sementara itu, sasaran terakhir adalah Tis Atul Fitriyah (33), warga Dusun Salak 80, Desa Bagorejo, yang masuk kategori ibu hamil risiko tinggi/pascapersalinan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, kondisi medis Tis Atul Fitriyah tampak baik dan tidak ditemukan keluhan medis yang mendesak. Tim kemudian melakukan observasi tekanan darah secara intensif serta pemantauan berkala selama masa nifas (postpartum) untuk memastikan kondisi ibu dan bayi tetap baik.
Melalui program pendampingan Homecare tersebut, DPRKPLH Kabupaten Jember bersama instansi terkait berkomitmen untuk terus mengawal pemenuhan akses layanan kesehatan hingga ke tingkat tapak. Upaya ini dilakukan untuk mendukung terwujudnya masyarakat Jember yang lebih sehat, sejahtera, dan mendapatkan pelayanan secara merata. (fag)