Dua PIK-R Jember Raih Prestasi Terbaik Jawa Timur 2026
- 27 Agustus 2026
- Dibaca 41 Kali
Bagikan Via:
Dua PIK-R Jember Raih Prestasi Terbaik Jawa Timur 2026
JEMBER, 27 AGUSTUS 2026 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Kabupaten Jember di tingkat Provinsi Jawa Timur. Dua Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) asal Jember berhasil meraih penghargaan dalam Apresiasi PIK-R Terbaik Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 pada segmentasi usia yang berbeda.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam kegiatan yang berlangsung di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember pada Kamis, 27 Agustus 2026. Dua PIK-R yang berhasil mengharumkan nama Jember yakni PIK Remaja Akar Muda SMPN 1 Jember yang meraih Pemenang I Apresiasi PIK-R Terbaik Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 segmentasi usia 10–14 tahun.
Sementara itu, PIK Remaja Klasik Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember berhasil meraih Juara III Apresiasi PIK-R Terbaik Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 segmentasi usia 20–24 tahun.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Jember, Muhammad Zamroni, S.H., M.Si., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi PIK-R menjadi salah satu bukti bahwa pembinaan dan edukasi bagi generasi muda di Kabupaten Jember terus berkembang.
“Keberadaan PIK-R sangat penting sebagai wadah bagi remaja untuk mendapatkan informasi dan edukasi, khususnya berkaitan dengan kesehatan reproduksi, perencanaan kehidupan berkeluarga, serta perencanaan masa depan,” ujar Zamroni.
Beliau menilai, capaian dua PIK-R Jember di tingkat provinsi juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah memperkuat pengetahuan dan kepedulian generasi muda terhadap isu kependudukan.
Hal tersebut menjadi penting mengingat Indeks Kepedulian terhadap Isu Kependudukan (IKIK) Kabupaten Jember masih berada pada angka 42,6 persen, lebih rendah dibandingkan Jawa Timur sebesar 48,6 persen dan nasional sebesar 55,1 persen.
Zamroni menjelaskan, peningkatan pengetahuan kependudukan dapat dilakukan melalui berbagai jalur, termasuk jalur formal melalui Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). Sementara PIK-R menjadi wadah strategis bagi remaja untuk memperoleh informasi, berdiskusi, serta mengembangkan peran sebagai agen perubahan di lingkungan sebaya.
“Dengan meningkatnya pengetahuan kependudukan di kalangan peserta didik, kita berharap IKIK Kabupaten Jember dapat meningkat dan ASFR dapat terus menurun,” katanya.
Ia berharap prestasi tersebut tidak berhenti sebagai penghargaan, tetapi menjadi motivasi untuk memperluas dan memperkuat pembinaan PIK-R di Kabupaten Jember.
Capaian tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa generasi muda Jember memiliki potensi untuk berprestasi sekaligus berperan aktif dalam membangun kesadaran mengenai kesehatan reproduksi, perencanaan masa depan, dan persoalan kependudukan. (ken)