logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

Dua Tahun UHC Jember, Gus Fawait Tegaskan Komitmen Mbelo Wong Cilik Lewat Layanan Kesehatan

  • 09 Oktober 2026
  • Dibaca 14 Kali
Bagikan Via:
dua-tahun-uhc-jember-gus-fawait-tegaskan-komitmen-mbelo-wong-cilik-lewat-layanan-kesehatan-20261010

Dua Tahun UHC Jember, Gus Fawait Tegaskan Komitmen Mbelo Wong Cilik Lewat Layanan Kesehatan

JEMBER, 09 OKTOBER 2026 – Memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa terbebani biaya menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Jember dalam membela masyarakat kecil. Memasuki dua tahun pelaksanaan Universal Health Coverage (UHC), Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., menegaskan bahwa pembenahan pelayanan dasar, khususnya kesehatan, harus terus dilakukan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan dalam rangkaian peringatan dua tahun UHC Kabupaten Jember yang berlangsung di halaman Rumah Sakit Daerah (RSD) Balung, Kamis 08 Oktober 2026. Kegiatan ini juga dirangkai dengan peluncuran Mobil Cinta sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas kemudahan pelayanan bagi warga yang membutuhkan.

Gus Fawait menjelaskan bahwa selama hampir dua tahun, Pemkab Jember berupaya memastikan seluruh warga dapat mengakses layanan pengobatan gratis di rumah sakit dan klinik yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Menurutnya, jaminan kesehatan merupakan bagian dari pelayanan dasar yang perlu diperkuat, terutama bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi.

“Kita sudah hampir dua tahun memastikan seluruh warga Jember bisa berobat gratis di seluruh rumah sakit, di seluruh klinik, di seluruh kecamatan yang bekerja sama dengan BPJS, termasuk kami bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,” ujar Gus Fawait.

Namun, dalam pelaksanaannya, pemerintah menemukan bahwa persoalan masyarakat tidak selalu selesai setelah biaya pengobatan ditanggung. Sebagian pasien dari keluarga kurang mampu masih menghadapi kendala ketika harus pulang setelah menjalani rawat inap. Mereka terkadang harus menyewa kendaraan sendiri, sementara kondisi ekonomi tidak memungkinkan untuk menanggung biaya tambahan tersebut.

“Namun masih ada, setelah kami amati, warga yang mendapatkan pelayanan kesehatan gratis di rumah sakit, pulangnya masih mempunyai tanggungan. Berhutang itu dari mana? Ternyata mereka pulang kadang-kadang harus sewa mobil dan mereka tidak punya biaya,” ungkapnya.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Pemkab Jember menghadirkan Mobil Cinta. Layanan ini diperuntukkan bagi pasien yang telah menyelesaikan perawatan di rumah sakit dan membutuhkan bantuan transportasi untuk kembali ke rumah, termasuk pasien melahirkan.

Sebanyak 38 unit Mobil Cinta diluncurkan untuk mendukung pelayanan di tiga rumah sakit milik pemerintah daerah. Melalui layanan tersebut, pemerintah berupaya mengurangi beban biaya perjalanan yang masih harus ditanggung pasien setelah memperoleh pelayanan medis.

Bagi Gus Fawait, upaya membela masyarakat kecil perlu diwujudkan melalui pelayanan yang menjawab persoalan nyata di lapangan. Jaminan pengobatan gratis menjadi langkah penting, tetapi kemudahan akses dan perhatian terhadap kebutuhan pasien juga perlu berjalan beriringan agar masyarakat tidak kembali terbebani oleh persoalan biaya.

Peringatan dua tahun UHC Kabupaten Jember pun menjadi momentum untuk memperkuat keberlanjutan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Pemerintah daerah diharapkan terus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada warga, terutama keluarga kurang mampu, sehingga keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.

Melalui penguatan UHC dan hadirnya inovasi pelayanan seperti Mobil Cinta, Pemkab Jember berupaya memastikan bahwa perlindungan kesehatan tidak hanya berhenti pada pembiayaan pengobatan, tetapi juga memperhatikan kebutuhan masyarakat dalam menjalani proses pelayanan hingga kembali ke rumah. (nay)

Galeri Foto