logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumbersari

Dua Warga Kebonsari Tunda Operasi Katarak, Monev Kemensos Fokus Edukasi dan Pendampingan

  • 17 Maret 2026
  • Dibaca 224 Kali
Bagikan Via:
dua-warga-kebonsari-tunda-operasi-katarak-monev-kemensos-fokus-edukasi-dan-pendampingan-20260317

Dua Warga Kebonsari Tunda Operasi Katarak, Monev Kemensos Fokus Edukasi dan Pendampingan

JEMBER, 17 MARET 2026 – Kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) program Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, tak hanya mengevaluasi keberhasilan program, tetapi juga mengungkap masih adanya keraguan masyarakat terhadap operasi katarak.

Monev yang digelar pada pukul 09.00 WIB tersebut dilakukan dengan mendatangi langsung lima penerima manfaat di Lingkungan Sumberdandang, Krajan, dan Sadengan. Program ini menyasar penerima bantuan operasi katarak gratis serta bantuan kacamata.

Lurah Kebonsari, Edi Hariyanto, mengungkapkan ada lima penerima manfaat yang jadi sasaran monev kali ini, yakni Bu Soema Sumberdandang, Siti Salamah dan Arif warga Sadengan, Sukati dan Mohammad warga Krajan. Dari penerima manfaat itu dua orang belum menjalani operasi katarak.

“Dari hasil monev, ada dua orang yang belum melakukan operasi. Hal ini kemungkinan karena terpengaruh omongan orang lain yang menyebutkan bahwa setelah operasi justru bisa berakibat lebih jelek,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah kelurahan bersama pendamping sosial. Upaya edukasi dan motivasi akan terus dilakukan agar penerima manfaat tidak ragu menjalani tindakan medis yang telah difasilitasi.

“Kami akan memberikan motivasi dan edukasi melalui PSM maupun korling agar mereka mau operasi, sehingga bisa sembuh dan kembali beraktivitas dengan penglihatan yang lebih baik,” tambahnya.

Sementara itu, Pengelola Data Kementerian Sosial RI, Firda Agustin, menegaskan bahwa monev Atensi tidak hanya menilai aspek administratif, tetapi juga dampak nyata program terhadap kehidupan penerima manfaat.

“Monev kali ini adalah monev Atensi, untuk memastikan apakah program kami benar-benar bermanfaat dan sukses bagi penerima, baik itu operasi katarak maupun bantuan kacamata,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan program diukur dari perubahan yang dirasakan langsung oleh penerima, mulai dari kemampuan melihat dengan jelas hingga meningkatnya kemandirian dan kebahagiaan.

“Untuk operasi katarak, kita lihat bagaimana hasil penglihatannya, apakah sudah jelas, bagaimana tingkat kemandiriannya, dan apakah mereka menjadi lebih bahagia. Hal yang sama juga kita lihat pada penerima kacamata,” ujarnya.

Melalui temuan ini, monev tidak hanya menjadi alat evaluasi, tetapi juga sarana intervensi sosial untuk memastikan seluruh penerima manfaat benar-benar merasakan dampak positif program Atensi secara optimal. (aji)

Galeri Foto