Edukasi Lintas Sektor Berhasil, Ibu Hamil Berisiko Tinggi di Panduman Bersedia Dirujuk ke RS Soebandi
- 01 Juli 2026
- Dibaca 6 Kali
Bagikan Via:
Edukasi Lintas Sektor Berhasil, Ibu Hamil Berisiko Tinggi di Panduman Bersedia Dirujuk ke RS Soebandi
JEMBER, 01 JULI 2026 – Kolaborasi lintas sektor kembali menunjukkan hasil nyata dalam upaya penyelamatan ibu dan bayi. Pemerintah Kecamatan Jelbuk bersama Kepala Puskesmas Jelbuk, Danramil Jelbuk, Penjabat (Pj.) Kepala Desa Panduman, bidan desa, serta kader Posyandu melakukan kunjungan langsung ke rumah seorang ibu hamil berisiko tinggi, Ita Amalia, di Dusun Krajan Barat, Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, Selasa (30/6/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas kondisi Ita Amalia yang sebelumnya menolak dirujuk ke Rumah Sakit Soebandi, Patrang, Jember, meskipun telah direkomendasikan oleh tenaga kesehatan. Penolakan itu mendorong pemerintah bersama tenaga kesehatan dan unsur terkait untuk melakukan pendekatan secara persuasif kepada keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Puskesmas Jelbuk, Machus Rovida, S.Tr.Keb., memberikan edukasi secara langsung kepada suami dan keluarga mengenai risiko yang dapat terjadi apabila ibu hamil dengan kondisi tersebut tidak segera mendapatkan penanganan medis yang sesuai.
Machus Rovida menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, Ita Amalia mengalami hipertensi dengan tekanan darah mencapai 190 mmHg. Selain itu, usia kehamilannya telah memasuki 40 minggu sehingga memerlukan penanganan segera di rumah sakit yang memiliki fasilitas pelayanan obstetri dan neonatal yang lebih lengkap.
"Kondisi ini tergolong berisiko tinggi. Tekanan darah yang sangat tinggi dapat meningkatkan risiko komplikasi serius, termasuk preeklamsia atau keracunan kehamilan yang dapat membahayakan keselamatan ibu maupun bayi apabila tidak segera ditangani," jelas Machus Rovida saat memberikan penjelasan kepada keluarga.
Ia menambahkan bahwa rujukan ke rumah sakit bukan semata-mata prosedur administratif, melainkan langkah medis untuk memastikan proses persalinan berlangsung dengan aman serta meminimalkan risiko komplikasi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berupa penyampaian informasi medis, tetapi juga mengedepankan komunikasi yang humanis dengan mendengarkan kekhawatiran keluarga serta memberikan penjelasan secara terbuka mengenai manfaat penanganan di rumah sakit.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Setelah memperoleh penjelasan dari seluruh pihak yang hadir, keluarga memahami pentingnya keselamatan ibu dan bayi. Suami Ita Amalia, Abdur Saleh, kemudian menyatakan persetujuannya agar sang istri segera dirujuk ke Rumah Sakit Soebandi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Abdur Saleh menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah datang langsung ke rumahnya dan memberikan perhatian terhadap kondisi istrinya.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas dan pemerintah yang sudah datang ke rumah. Awalnya kami masih ragu, tetapi setelah diberikan penjelasan yang baik, kami memahami bahwa keselamatan istri dan bayi adalah yang utama Alhamdulillah pada hari ini 01 juli 2026 tepat jam 09.00 pagi telah lahir putri ketiga kami dengan selamat melalui operasi sesar," ujarnya.
Pemerintah Kecamatan Jelbuk menilai keberhasilan pendekatan tersebut menjadi bukti bahwa penanganan kesehatan masyarakat memerlukan kerja sama seluruh unsur, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, aparat kewilayahan, hingga kader kesehatan di tingkat desa.
Kolaborasi lintas sektor ini sekaligus menjadi wujud komitmen bersama dalam meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak, khususnya bagi ibu hamil berisiko tinggi. Langkah jemput bola melalui kunjungan langsung ke rumah warga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin serta kepatuhan terhadap rekomendasi tenaga kesehatan.
Kegiatan tersebut juga sejalan dengan arahan Bupati Jember, Gus Fawait, yang mendorong seluruh perangkat daerah dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Melalui sinergi yang baik antara pemerintah, tenaga kesehatan, TNI, pemerintah desa, serta kader Posyandu, diharapkan setiap ibu hamil memperoleh pelayanan yang cepat, tepat, dan aman sehingga angka risiko kematian ibu dan bayi dapat terus ditekan di Kabupaten Jember. (ama)