Empat Titik Disasar, Monev Homecare Sumbersari Perkuat Layanan Kesehatan Jemput Bola
- 02 Oktober 2026
- Dibaca 11 Kali
Bagikan Via:
Empat Titik Disasar, Monev Homecare Sumbersari Perkuat Layanan Kesehatan Jemput Bola
JEMBER, 02 OKTOBER 2026 – Pelayanan kesehatan berbasis kunjungan rumah terus diperkuat di Kecamatan Sumbersari. Melalui monitoring dan evaluasi (monev) program Homecare, pemerintah bersama tenaga kesehatan turun langsung memastikan warga yang membutuhkan perhatian khusus mendapat pendampingan. Salah satu sasaran berada di Lingkungan Catleya 72, Jalan Tawangmangu Dam III, Kelurahan Tegalgede, Jumat, 02 Oktober 2026.
Monev Homecare tersebut menyasar empat titik di wilayah Kecamatan Sumbersari. Khusus di Kelurahan Tegalgede, tim mengunjungi dua keluarga yang menjadi sasaran pendampingan, yakni Delisa, ibu hamil yang masuk kategori risiko tinggi (resti), serta Alini, anak yang menjadi sasaran pendampingan terkait stunting.
Kegiatan dihadiri Camat Sumbersari Deni Hadiatullah, S.IP., MM, Lurah Tegalgede Shierley Aisyah, ST., MM, serta petugas kesehatan. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pelayanan kesehatan tidak berhenti di fasilitas kesehatan, tetapi juga hadir langsung di tengah keluarga.
Monev melibatkan berbagai unsur. Di antaranya Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jember beserta staf, Kabag Umum dan Protokol, Camat Sumbersari, lurah setempat dan jajaran kecamatan, kepala puskesmas serta tenaga kesehatan dari PKM Sumbersari dan PKM Gladakpakem.
Selain itu, TP PKK, ketua RW, ketua RT, serta TLRT kelurahan setempat turut dilibatkan. Sinergi lintas sektor tersebut dinilai penting karena pemantauan kondisi warga membutuhkan keterlibatan pemerintah hingga tingkat lingkungan.
Lurah Tegalgede, Shierley Aisyah mengatakan, Homecare merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga, terutama kelompok rentan yang membutuhkan pemantauan secara berkelanjutan.
“Melalui kegiatan homecare ini, kami ingin memastikan ibu hamil risiko tinggi dan anak yang menjadi sasaran pendampingan stunting mendapatkan perhatian serta pelayanan kesehatan yang dibutuhkan. Pemerintah kelurahan hadir untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan masalah kesehatan sejak dini,” ujarnya.
Menurut Shierley, kunjungan langsung memungkinkan petugas mengetahui kondisi sasaran secara lebih dekat. Pada saat yang sama, keluarga mendapat edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan ibu hamil dan mendukung tumbuh kembang anak.
Keterlibatan keluarga, lanjut dia, menjadi salah satu kunci keberhasilan pendampingan. Karena itu, komunikasi antara tenaga kesehatan, pemerintah kelurahan, dan keluarga terus diperkuat agar kebutuhan masing-masing sasaran dapat ditindaklanjuti.
Dalam kunjungan tersebut, petugas kesehatan memberikan pendampingan sesuai kebutuhan sasaran. Kehadiran petugas di rumah warga juga menjadi sarana untuk memantau kondisi sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan yang lebih dekat dan responsif.
Sementara itu, Camat Sumbersari Deni Hadiatullah turut meninjau langsung pelaksanaan Homecare. Kehadirannya menunjukkan dukungan pemerintah kecamatan terhadap pelayanan kesehatan berbasis kunjungan rumah, khususnya bagi warga yang membutuhkan perhatian lebih.
“Harapan kami, melalui sinergi pemerintah kelurahan, kecamatan, tenaga kesehatan, dan keluarga, pendampingan kepada ibu hamil risiko tinggi maupun anak stunting bisa berjalan optimal. Dengan begitu, pelayanan kesehatan benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke rumah masing-masing,” pungkas Deni.
Monev Homecare di Kecamatan Sumbersari menjadi bagian dari penguatan pelayanan jemput bola. Pendekatan tersebut sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan, terutama bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan pendampingan khusus. (sar)