Festival Egrang ke-XIV Tanoker Hadirkan 21 Penampil, Jadi Ruang Pelestarian Budaya dan Keberagaman
- 09 Agustus 2026
- Dibaca 40 Kali
Bagikan Via:
Festival Egrang ke-XIV Tanoker Hadirkan 21 Penampil, Jadi Ruang Pelestarian Budaya dan Keberagaman
JEMBER, 09 AGUSTUS 2026 – Festival Egrang XIV yang digelar Tanoker Ledokombo, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, menghadirkan 21 penampil dari berbagai latar belakang pada Sabtu, 08 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan masyarakat melalui permainan tradisional sekaligus wadah untuk merayakan keberagaman dan kreativitas.
Festival Egrang ke-XIV turut dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E, M.Sc, serta tamu undangan penting lainnya. Camat Kalisat, Nuryadi, S.STP., M.M, juga turut hadir dalam gelaran tersebut.
Direktur Tanoker Ledokombo, Farha Ciciek, mengatakan keterlibatan berbagai kelompok menjadi bagian penting dalam perjalanan Festival Egrang. Menurutnya, permainan tradisional bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi dapat menjadi ruang perjumpaan yang memungkinkan masyarakat saling mengenal, berkarya, dan merayakan keberagaman bersama.
Sementara itu, Camat Kalisat Nuryadi, mengapresiasi konsistensi Tanoker dalam menjaga dan mengembangkan permainan tradisional melalui kegiatan kreatif yang melibatkan berbagai komunitas.
“Festival Egrang ke-XIV ini menunjukkan bahwa permainan tradisional masih memiliki tempat penting di tengah masyarakat. Kegiatan seperti ini bukan hanya menjadi upaya melestarikan budaya, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang, membangun kebersamaan, dan mengenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda,” ujar Nuryadi.
"Kami mengapresiasi Tanoker Ledokombo yang secara konsisten menjaga dan mengembangkan permainan tradisional melalui kegiatan yang kreatif dan melibatkan berbagai komunitas," tambahnya.
Kehadiran 21 penampil dari berbagai latar belakang menunjukkan bahwa permainan egrang dapat menjadi media ekspresi budaya sekaligus ruang interaksi sosial. Festival Egrang ke-XIV diharapkan terus menjadi sarana untuk mengenalkan permainan tradisional kepada generasi muda serta memperkuat kebersamaan dan keberagaman masyarakat. (aza)