Festival Egrang XIV Tanoker Resmi Diundur, Camat Ledokombo Ajak Seluruh Pihak Perkuat Sinergi Sukseskan Agenda Budaya Nasional
- 09 Juli 2026
- Dibaca 4 Kali
Bagikan Via:
Festival Egrang XIV Tanoker Resmi Diundur, Camat Ledokombo Ajak Seluruh Pihak Perkuat Sinergi Sukseskan Agenda Budaya Nasional
JEMBER, 09 JULI 2026 — Pemerintah Kecamatan Ledokombo menyatakan dukungan penuh terhadap penyesuaian jadwal pelaksanaan Festival Egrang XIV Tanoker Ledokombo yang semula direncanakan berlangsung pada 1 Agustus 2026 dan kini resmi diundur menjadi Sabtu, 8 Agustus 2026. Penyesuaian jadwal tersebut merupakan hasil koordinasi lintas pihak sebagai langkah strategis untuk menjaga kualitas penyelenggaraan kegiatan sekaligus memastikan kehadiran tamu-tamu penting dari tingkat nasional maupun internasional.
Hal tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi lanjutan kepanitiaan Festival Egrang XIV yang dilaksanakan pada Rabu 08 Juli 2026 di Aula Kesenian Tanoker Ledokombo. Rapat dihadiri oleh Camat Ledokombo, unsur panitia Festival Egrang, pemerintah desa terkait, serta pihak-pihak yang terlibat dalam persiapan kegiatan.
Ketua Tanoker Ledokombo, Dra. Farha Abdul Kadir Assegaf, M.Si, dalam penyampaiannya menjelaskan bahwa perubahan jadwal pelaksanaan festival dilakukan menyusul adanya arahan penyesuaian agenda dari Pemerintah Kabupaten Jember. Pada awal Juli 2026, Tanoker menerima informasi dari Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten Jember bahwa Festival Egrang XIV perlu dijadwalkan ulang karena beririsan dengan pelaksanaan Jember Kota Cerutu Festival.
“Atas dasar arahan tersebut, kami melakukan komunikasi dan negosiasi ulang dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Konsulat Australia di Surabaya, serta tamu undangan dari Eropa dan Amerika. Alhamdulillah, seluruh pihak menyatakan tetap berkenan hadir meskipun pelaksanaan festival diundur menjadi 8 Agustus 2026,” ujar Farha.
Lebih lanjut, Farha menyampaikan bahwa penyesuaian jadwal tersebut justru membuka ruang penguatan substansi kegiatan. Dalam rapat koordinasi daring bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia beserta jajaran deputinya, disampaikan harapan agar kehadiran Menteri tidak hanya dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Anak Nasional melalui Festival Egrang, tetapi juga memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Salah satu gagasan yang berkembang adalah rencana peresmian Program Desa RBI (Ruang Bersama Indonesia) di Kecamatan Ledokombo. Dalam pembahasan awal, Desa Sumberlesung dan Desa Sumbersalak dipandang berpotensi untuk diusulkan sebagai bagian dari pengembangan program tersebut. Dengan demikian, Festival Egrang XIV diharapkan tidak hanya menjadi panggung kebudayaan, tetapi juga menjadi momentum penguatan program pemberdayaan masyarakat, perlindungan anak, serta pembangunan desa berbasis partisipasi komunitas.
Camat Ledokombo, Nino Eka Putra Wahyu Ramadhonni, S.STP., M.Si, dalam arahannya menegaskan bahwa Festival Egrang merupakan agenda budaya yang memiliki nilai strategis bagi Kecamatan Ledokombo. Selain menjadi ruang pelestarian permainan tradisional, festival ini juga telah tumbuh menjadi media promosi daerah, penguatan karakter anak, dan sarana membangun jejaring kolaborasi lintas sektor.
“Festival Egrang bukan hanya milik Tanoker, melainkan telah menjadi bagian dari identitas Ledokombo. Kegiatan ini membawa pesan kuat tentang pelestarian budaya, pendidikan karakter anak, serta semangat gotong royong masyarakat. Karena itu, perubahan jadwal harus kita sikapi secara positif dengan meningkatkan kesiapan seluruh aspek pelaksanaan,” tegas Camat Ledokombo.
Camat juga menyampaikan bahwa rencana kehadiran Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si, dan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A., merupakan kehormatan sekaligus kepercayaan besar bagi Kecamatan Ledokombo. Menurutnya, momentum ini harus dijawab dengan kerja bersama yang terencana, tertib, dan penuh tanggung jawab.
“Kehadiran pejabat negara dalam Festival Egrang XIV harus menjadi motivasi bagi kita semua untuk menampilkan wajah Ledokombo yang ramah, tertib, berbudaya, dan siap menjadi tuan rumah yang baik. Saya mengajak seluruh unsur pemerintah desa, panitia, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh elemen terkait untuk memperkuat sinergi demi menyukseskan agenda ini,” lanjutnya.
Dalam forum tersebut, Camat Ledokombo juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor, terutama menyangkut kesiapan teknis pelaksanaan di lapangan. Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain penataan lokasi kegiatan, pengaturan arus lalu lintas dan parkir, kesiapan penyambutan tamu VVIP, kebersihan lingkungan, keamanan peserta dan pengunjung, serta sinkronisasi agenda seremoni apabila peresmian Program Desa RBI turut dimasukkan dalam rangkaian kegiatan festival.
Pemerintah Kecamatan Ledokombo memandang Festival Egrang XIV sebagai momentum penting untuk menunjukkan bahwa kebudayaan lokal dapat menjadi kekuatan besar dalam pembangunan masyarakat. Permainan tradisional egrang yang selama ini menjadi ikon Tanoker tidak hanya menyimpan nilai hiburan, tetapi juga sarat makna pendidikan, seperti melatih keberanian, keseimbangan, ketekunan, sportivitas, serta kebersamaan antaranak. Nilai-nilai inilah yang relevan untuk terus dirawat di tengah tantangan perkembangan zaman.
Selain itu, festival ini juga dinilai memiliki kontribusi nyata dalam memperkenalkan potensi Kecamatan Ledokombo kepada khalayak yang lebih luas. Dengan keterlibatan tamu dari kementerian, jejaring internasional, serta pegiat komunitas dari berbagai daerah, Festival Egrang XIV diharapkan mampu memperkuat citra Ledokombo sebagai wilayah yang kaya akan inovasi sosial, budaya, dan semangat pemberdayaan masyarakat.
Melalui rapat koordinasi lanjutan ini, seluruh pihak menyatakan komitmen untuk terus memperkuat persiapan menjelang hari pelaksanaan. Pemerintah Kecamatan Ledokombo berharap setiap unsur yang terlibat dapat menjalankan perannya secara optimal agar Festival Egrang XIV pada 8 Agustus 2026 dapat berlangsung aman, tertib, lancar, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi, Festival Egrang XIV Tanoker Ledokombo diharapkan tidak hanya menjadi perayaan budaya tahunan, tetapi juga menjadi ruang bersama untuk meneguhkan Ledokombo sebagai kecamatan yang peduli pada anak, menjunjung tinggi budaya lokal, serta terbuka terhadap sinergi pembangunan dari tingkat lokal hingga nasional.(yus)