Gempita Hadir di Rambipuji, Warga Bisa Hemat Belanja Sembako Jelang Nataru
- 27 Oktober 2026
- Dibaca 70 Kali
Bagikan Via:
Gempita Hadir di Rambipuji, Warga Bisa Hemat Belanja Sembako Jelang Nataru
JEMBER, 27 OKTOBER 2026 – Gerakan Pasar Murah Pengendali Inflasi Penuh Cinta (Gempita) hadir di Balai Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Selasa 27 Oktober 2026. Program Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Jember ini membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus mengakses berbagai layanan publik menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).
Sejak pukul 07.00 WIB, warga berdatangan untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kemasan 5 kilogram dijual Rp55.000. Komoditas lainnya meliputi Minyak Kita 1 liter seharga Rp15.000, telur ayam Rp20.000 per kilogram, bawang Rp28.000 per kilogram, serta aneka sayuran seharga Rp5.000. Gula pasir, tepung terigu, dan cabai juga tersedia.
Harga tersebut membantu warga menghemat pengeluaran rumah tangga di tengah kebutuhan pangan menjelang akhir tahun.
Manfaat Gempita dirasakan langsung oleh Astutik, warga Dusun Gumuk Bago, Desa Nogosari. Ia mengaku terbantu dengan harga kebutuhan pokok yang lebih murah dibandingkan harga yang biasa ditemuinya di pasaran.
“Terima kasih dengan adanya pasar murah ini. Uang belanja jadi lebih irit. Saya belanja beras 10 kilogram hanya Rp110.000 dan minyak goreng 2 liter Rp30.000,” ungkap Astutik.
Ia menyebut harga beras di luar pasar murah mencapai Rp75.000 per kemasan 5 kilogram. Dengan harga tersebut, pembelian 10 kilogram beras menghabiskan Rp150.000, atau Rp40.000 lebih mahal dibandingkan harga yang dibayarkannya di Gempita.
Penghematan itu membantu keluarga mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan rumah tangga lainnya.
Camat Rambipuji, Prima Kusuma Dewi, mengatakan Gempita menjadi salah satu upaya menjaga stabilitas harga pangan agar tetap terkendali dan terjangkau masyarakat.
“Pasar murah ini untuk menjaga stabilitas harga pangan agar tetap terkendali dan terjangkau oleh masyarakat,” ujarnya.
Menurut Prima, program ini penting untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, terutama menjelang Nataru ketika permintaan sejumlah komoditas berpotensi meningkat. Penyediaan berbagai bahan pangan di satu lokasi juga memudahkan warga berbelanja sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah.
Selain menyediakan sembako, Gempita menghadirkan sejumlah layanan publik dalam satu lokasi. Warga dapat memanfaatkan perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el), donor darah, pemeriksaan gula darah, serta layanan informasi Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rambipuji terkait urusan pernikahan dan perceraian.
Integrasi layanan ini memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhan administrasi, mengakses pemeriksaan kesehatan, dan memperoleh informasi pelayanan KUA tanpa harus mendatangi lokasi berbeda.
Pelaksanaan Gempita di Desa Nogosari sekaligus memperlihatkan sinergi pemerintah daerah dan pemerintah desa dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Melalui program ini, pemerintah berupaya menjaga keterjangkauan bahan pangan sekaligus meningkatkan kemudahan akses layanan dasar. Menjelang Nataru 2026/2027, masyarakat berharap harga kebutuhan pokok tetap terjangkau dan pelayanan publik semakin mudah diakses. (sai)