Gempur PMK di Mumbulsari, DKPPP Jember Terjunkan Tim Puskeswan Layani Puluhan Ternak Warga
- 13 Agustus 2026
- Dibaca 23 Kali
Bagikan Via:
Gempur PMK di Mumbulsari, DKPPP Jember Terjunkan Tim Puskeswan Layani Puluhan Ternak Warga
JEMBER, 13 AGUSTUS 2026 - Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Jember terus memperketat benteng pertahanan terhadap ancaman penyakit hewan menular. Langkah konkret ini diwujudkan melalui aksi jemput bola vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta pelayanan kesehatan ternak terpadu di Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari, Rabu 12 Agustus 2026.
Kegiatan yang dimotori oleh Petugas Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Jenggawah ini menyasar langsung kandang-kandang milik peternak setempat. Langkah proaktif ini diambil guna memastikan ternak warga terbebas dari ancaman infeksi virus yang berpotensi melumpuhkan ekonomi sektor peternakan daerah.
Dalam aksi lapangan tersebut, petugas tidak hanya menyuntikkan dosis vaksin PMK, melainkan juga memberikan asupan nutrisi tambahan berupa vitamin, mineral, hingga obat cacing secara cuma-cuma. Pemberian terapi pendukung ini menjadi krusial untuk memulihkan kondisi fisik ternak yang rentan terdampak perubahan cuaca.
Berdasarkan data rekapitulasi DKPPP Jember, sebanyak 42 ekor sapi dan 52 ekor domba berhasil mendapatkan tindakan medis komprehensif. Upaya ini diproyeksikan mampu mendongkrak daya tahan tubuh ternak secara signifikan, sehingga angka kematian maupun penurunan berat badan ternak dapat ditekan serendah mungkin.
Anggota Tim Bidang Kesehatan Hewan DKPPP Jember, drh. Mirza Astiyani Agustina, menegaskan bahwa pola pelayanan langsung ke permukiman warga merupakan strategi paling efektif dalam memutus rantai penularan wabah. Pendekatan ini sekaligus memangkas jarak dan biaya yang kerap menjadi kendala bagi peternak skala kecil.
“Vaksinasi PMK beserta pemberian vitamin, mineral, dan obat cacing ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk hadir di tengah masyarakat peternak. Kami ingin memastikan ternak warga tetap sehat, berdaya tahan kuat, dan produktif,” ujar Mirza Astiyani Agustina saat mendampingi proses vaksinasi.
Mirza menambahkan, interaksi langsung di lapangan juga dimanfaatkan untuk mengedukasi peternak mengenai pentingnya penerapan prinsip biosekuriti. Kebersihan sanitasi kandang, pembatasan lalu lintas orang luar, serta isolasi mandiri bagi ternak yang baru dibeli menjadi kunci utama pencegahan penyakit secara mandiri dan berkelanjutan.
Menariknya, momentum pelayanan medis ini juga diselingi dengan sosialisasi program inovatif, yakni pembentukan Desa Tematik Inseminasi Buatan (IB) domba gratis. Program pemuliaan genetik ini dirancang untuk mendongkrak mutu ternak lokal tanpa membebankan biaya reproduksi kepada para peternak.
Masyarakat menyambut antusias sosialisasi tersebut. Melalui teknik kawin suntik gratis ini, populasi domba di Kecamatan Mumbulsari diharapkan dapat melonjak tajam dengan kualitas genetik yang lebih unggul, cepat tumbuh, dan tahan penyakit.
Langkah terpadu yang digulirkan DKPPP Kabupaten Jember ini membuktikan sinergi nyata antara pencegahan penyakit dan pengembangan kapasitas ekonomi warga. Pemkab Jember optimistis, lewat jaminan kesehatan dan dukungan teknologi reproduksi yang intensif, sektor peternakan daerah dapat menjadi tulang punggung ketahanan pangan yang kokoh dan berkelanjutan. (ran)