logo ppid jember kim
Oleh : Kelurahan Wirolegi

GMNI Jember Dorong Pengembalian Fungsi Jalan di Pasar Tanjung, Gus Fawait: Solusinya Pelan-pelan

  • 03 Oktober 2026
  • Dibaca 8 Kali
Bagikan Via:
gmni-jember-dorong-pengembalian-fungsi-jalan-di-pasar-tanjung-gus-fawait-solusinya-pelan-pelan-20261004

GMNI Jember Dorong Pengembalian Fungsi Jalan di Pasar Tanjung, Gus Fawait: Solusinya Pelan-pelan

JEMBER, 03 OKTOBER 2026 – Penataan kawasan Pasar Tanjung kembali menjadi sorotan. Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jember mendorong Pemerintah Kabupaten Jember mengembalikan fungsi jalan di sekitar pasar agar tidak terus digunakan sebagai lokasi aktivitas perdagangan.

Wakil Ketua Bidang Politik GMNI Jember, Muhammad Faizin, menilai penggunaan badan jalan untuk berjualan telah berdampak pada akses masyarakat sekaligus aktivitas pedagang di dalam gedung Pasar Tanjung.

Namun, menurutnya, penataan tidak bisa dilakukan dengan satu pola untuk seluruh ruas jalan. Kondisi Jalan Samanhudi, Untung Suropati, dan Wahidin dinilai memiliki persoalan yang berbeda sehingga membutuhkan penanganan masing-masing.

“Solusinya jangan digeneralisir. Jangan disamakan solusi dari setiap Jalan Untung Suropati, Jalan Samanhudi, dan Wahidin. Ada kondisi dan pertimbangan wilayah dari masyarakat,” kata Faizin dalam rapat bersama pedagang Pasar Tanjung dan Pemkab Jember di Aula Dispendik Jember, Jumat 02 Oktober 2026.

Ia menyebut salah satu persoalan yang banyak dikeluhkan warga terjadi di Jalan Samanhudi pada malam hari. Badan jalan digunakan untuk aktivitas pedagang pick up, lesehan hingga bajongan sehingga mengurangi ruang bagi pengguna jalan.

“Permasalahan utamanya harus diberikan solusi dalam bentuk pengembalian fungsi jalan,” ujarnya.

Faizin juga menilai aktivitas perdagangan dan parkir di badan jalan turut memengaruhi keberadaan pedagang di bagian atas pasar. Konsumen dinilai kesulitan mengakses area tersebut karena ruang parkir yang terbatas.

Untuk itu, GMNI mendorong adanya skema pemindahan pedagang dari badan jalan ke dalam kawasan Pasar Tanjung. Salah satu opsi yang ditawarkan adalah pemanfaatan kios kosong dengan skema kios gratis.

“Solusi utama yang telah terumuskan adalah harus ada kios gratis. Teman-teman pikap, monggo silakan untuk pindah ke atas,” katanya.

Ia juga mempertanyakan banyaknya kios yang disebut masih kosong di bagian atas Pasar Tanjung. Dari sekitar 1.500 kios, GMNI mendapat informasi pedagang aktif hanya sekitar 30 persen.

“Kalau tidak percaya di atas banyak yang kosong, monggo datang ke pasar. Jalan-jalan tanpa protokoler,” ujarnya.

Selain itu, Faizin mengusulkan agar persoalan tunggakan retribusi pemilik kios diselesaikan secara bertahap. Apabila kios tetap tidak dimanfaatkan, pemerintah dinilai dapat mempertimbangkan penggunaannya untuk pedagang yang saat ini berjualan di badan jalan.

“Kita harus menegakkan aturan. Jalan tidak boleh digunakan untuk berjualan, tetapi dengan catatan tidak meminggirkan sebagian pihak,” tegasnya.

Menanggapi usulan tersebut, Bupati Jember Muhammad Fawait menyatakan pemerintah memiliki tujuan yang sama, yakni mengembalikan fungsi jalan di kawasan Pasar Tanjung. Namun, proses tersebut tidak bisa dilakukan secara mendadak.

“Saya setuju mengembalikan fungsi jalan. Saya dari awal sepakat untuk itu,” kata Gus Fawait.

Menurutnya, penataan harus memperhatikan keberadaan pedagang di dalam maupun di luar pasar. Pemerintah juga perlu memastikan status kios sebelum digunakan untuk menampung pedagang yang saat ini berjualan di badan jalan.

“Yang di jalan juga orang kecil, yang di atas juga orang kecil. Kalau itu lapaknya pedagang, kita bisa dituntut juga kalau tiba-tiba mengalihkan begitu saja kios tersebut untuk orang baru,” jelasnya.

Gus Fawait mengatakan penataan Pasar Tanjung akan dilakukan melalui tahapan jangka pendek, menengah hingga jangka panjang. Pemerintah, kata dia, harus mencari solusi yang tidak justru memunculkan persoalan baru di antara pedagang.

“Kita harus bertahap, pelan-pelan, cari solusi jangka panjang. Termasuk urusan revitalisasi pasar, karena ada yang setuju ada yang tidak,” ujarnya.

Ia menegaskan pengembalian fungsi jalan tetap menjadi bagian dari arah penataan Pasar Tanjung. Hanya saja, pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan dilakukan secara bertahap.

“Saya setuju jangka panjangnya mengembalikan fungsi jalan. Tetapi tidak bisa ujug-ujug,” pungkasnya. (fat)

Galeri Foto