logo ppid jember kim
Oleh : Kelurahan Kaliwates

Karang Taruna RW 10 Condro Selatan Gelar Bakti Sosial, Salurkan Sembako untuk Janda dan Warga Kurang Mampu

  • 19 September 2026
  • Dibaca 6 Kali
Bagikan Via:
karang-taruna-rw-10-condro-selatan-gelar-bakti-sosial-salurkan-sembako-untuk-janda-dan-warga-kurang-mampu-20260919

Karang Taruna RW 10 Condro Selatan Gelar Bakti Sosial, Salurkan Sembako untuk Janda dan Warga Kurang Mampu

KALIWATES, — Semangat kepedulian sosial kembali tumbuh dari lingkungan masyarakat Kelurahan Kaliwates. Sejumlah pemuda dan pemudi yang tergabung dalam Karang Taruna RW 10, Lingkungan Condro Selatan, Kelurahan Kaliwates, menggelar kegiatan bakti sosial dengan menyasar warga lanjut usia, janda, duda serta keluarga kurang mampu di wilayah RW 10. Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian generasi muda terhadap kondisi sosial masyarakat di lingkungan tempat mereka tinggal.

Tidak sekadar memberikan bantuan, kegiatan bakti sosial ini juga diisi dengan kerja bakti membersihkan lingkungan. Para anggota Karang Taruna turun langsung membantu membersihkan lingkungan warga sekaligus bersilaturahmi dan melihat lebih dekat kondisi masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

Dalam kegiatan tersebut, bantuan sembako diberikan kepada sejumlah warga RW 10 Condro Selatan yang dinilai membutuhkan perhatian, khususnya para janda dan warga lanjut usia yang sudah tidak memiliki kemampuan ekonomi yang memadai sebagai penopang kehidupan sehari-hari. Warga yang mendapatkan perhatian dalam kegiatan ini antara lain Bu Narno, Bu Kacung, Bu Tuni, Bu Ti, Bu Di, Pak Renip, Bahria dan Bu Holek.

Kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai aksi sosial sesaat. Karang Taruna RW 10 memiliki gagasan untuk menjadikan kegiatan kepedulian sosial tersebut sebagai gerakan berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh warga yang kurang mampu di lingkungan Condro Selatan.

Salah satu agenda yang mulai dirancang adalah santunan sembako setiap hari Jumat atau yang mereka sebut sebagai program “Jumat Berkah”. Untuk tahap awal, bantuan direncanakan berupa beras sebanyak 2,5 kilogram bagi warga yang membutuhkan.

Sumber pendanaan kegiatan untuk sementara berasal dari dukungan kolega pembina Karang Taruna serta warga RW 10 yang memiliki kemampuan untuk berbagi. Ke depan, apabila semakin banyak pihak yang bersedia menjadi sumber dukungan, Karang Taruna RW 10 berencana mengembangkan kegiatan tersebut secara lebih terorganisasi agar cakupan penerima manfaat semakin luas.

Pemuda Hadir untuk Warga

Kegiatan ini memperlihatkan bahwa keberadaan Karang Taruna tidak hanya berkaitan dengan kegiatan kepemudaan, olahraga maupun hiburan, tetapi juga dapat menjadi kekuatan sosial di tengah masyarakat.

Para pemuda dan pemudi Karang Taruna secara langsung mengambil peran dalam membantu warga yang membutuhkan. Mereka tidak menunggu datangnya program besar, tetapi memulai kepedulian dari lingkungan terdekat dengan kemampuan yang mereka miliki.

Lebih jauh, semangat gotong royong di RW 10 juga telah terlihat dari adanya kepedulian sejumlah warga mampu terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat kurang mampu. Dua warga yang memiliki kemampuan ekonomi di RW 10 saat ini turut membantu membiayai pembayaran BPJS bulanan bagi 17 warga kurang mampu.

Kepedulian tersebut menjadi contoh bahwa persoalan sosial dapat ditangani melalui kolaborasi berbagai unsur masyarakat. Ketika pemuda, warga mampu, tokoh masyarakat dan lingkungan pemerintahan bergerak bersama, bantuan yang diberikan dapat menjadi lebih terarah dan berkelanjutan.

Lurah Kaliwates Apresiasi Gerakan Karang Taruna

Lurah Kaliwates, Abdul Khamil, S.Si., S.Sos., M.M., mengapresiasi inisiatif Karang Taruna RW 10 yang memilih untuk hadir langsung membantu masyarakat, terutama warga lanjut usia dan keluarga kurang mampu.

Menurutnya, kepedulian sosial yang lahir dari masyarakat sendiri merupakan kekuatan penting dalam membangun lingkungan yang guyub, peduli dan saling membantu.

“Kami sangat mengapresiasi kepedulian teman-teman Karang Taruna RW 10. Semangat anak-anak muda untuk turun langsung membantu warga, membersihkan lingkungan dan memberikan perhatian kepada janda, duda lanjut usia serta warga yang membutuhkan merupakan contoh nyata bahwa pembangunan masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kepedulian dan gotong royong seluruh elemen masyarakat,” ujar Abdul Khamil.

Ia juga berharap gerakan tersebut dapat terus berkembang dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Menurutnya, gagasan Jumat Berkah yang direncanakan Karang Taruna dapat menjadi kegiatan sosial yang dilakukan secara konsisten dengan tetap memperhatikan ketepatan sasaran dan kemampuan sumber daya yang tersedia.

“Yang paling penting bukan besar kecilnya bantuan, tetapi keikhlasan, konsistensi dan keberlanjutannya. Kalau gerakan ini bisa dilakukan secara rutin, kemudian semakin banyak warga mampu, pelaku usaha maupun pihak lain yang ikut bergotong royong, insyaallah manfaatnya akan semakin luas. Pemerintah Kelurahan tentu sangat mendukung setiap kegiatan positif yang bertujuan meningkatkan kepedulian dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Abdul Khamil juga menilai keberadaan Karang Taruna memiliki posisi strategis sebagai penggerak kegiatan sosial di tingkat lingkungan. Para pemuda dinilai memiliki energi, kreativitas dan kemampuan untuk mengorganisasi kegiatan sehingga potensi tersebut perlu terus diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

17 Pemuda-Pemudi Terlibat Langsung

Bakti sosial tersebut melibatkan 17 pemuda dan pemudi Karang Taruna RW 10, yakni Fikri, Ali, Fahrul, Aji, Dhofir, Farhan, Ferdi, Esa, Hilmi, Slamet, Ela, Arum, Amel, Miftah, Iren, Ica dan Sahrul.

Keterlibatan mereka menjadi gambaran bahwa kepedulian sosial di kalangan generasi muda dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana namun berdampak langsung: membersihkan lingkungan, mendatangi warga, berbagi kebutuhan pokok dan membangun komunikasi dengan masyarakat yang membutuhkan.

Bagi warga penerima bantuan, kehadiran para pemuda tersebut tentu tidak hanya berarti bantuan berupa sembako. Perhatian, kunjungan dan kepedulian yang diberikan juga menjadi bentuk dukungan moral bahwa mereka tidak berjalan sendiri menghadapi berbagai keterbatasan.

Ke depan, Karang Taruna RW 10 berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menjadi bagian dari gerakan tersebut. Dengan dukungan yang semakin luas, program sosial dapat dikembangkan secara bertahap, baik dalam bentuk bantuan pangan, kebersihan lingkungan, dukungan kesehatan maupun kegiatan pemberdayaan yang mampu meningkatkan kemandirian warga kurang mampu.

Gerakan yang dimulai dari RW 10 Condro Selatan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa kepedulian terhadap sesama dapat dimulai dari lingkungan terkecil. Pemuda bergerak, warga bergotong royong, dan masyarakat saling menguatkan—menjadikan lingkungan bukan sekadar tempat tinggal, tetapi ruang bersama untuk tumbuh, peduli dan sejahtera.

Galeri Foto