Gotong Royong Sulap Aliran Sungai Jadi Destinasi Wisata Tubing Baru di Kecamatan Panti
- 22 Mei 2026
- Dibaca 267 Kali
Bagikan Via:
Gotong Royong Sulap Aliran Sungai Jadi Destinasi Wisata Tubing Baru di Kecamatan Panti
JEMBER, 22 MEI 2026 – Semangat gotong royong dan visi masa depan terpancar jelas di kawasan aliran sungai Desa Panti. Pemerintah Kecamatan Panti bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Panti, unsur TNI-Polri, tokoh masyarakat, serta ratusan warga setempat bersinergi menggelar aksi kerja bakti massal. Langkah masif ini dilakukan untuk membersihkan dan menata area yang diproyeksikan menjadi destinasi wisata baru, yakni wahana wisata air tubing.
Sejak pagi, suasana di sekitar bantaran sungai sudah tampak riuh. Warga dari berbagai dusun berbondong-bondong membawa peralatan kerja bakti mandiri, mulai dari cangkul, sabit, parang, hingga gergaji mesin. Fokus utama dari aksi bersih-bersih ini adalah membersihkan tumpukan sampah domestik, memotong ranting-ranting pohon yang menjuntai terlalu rendah ke sungai, serta menyingkirkan material batu-batu tajam yang berpotensi membahayakan keselamatan para pengunjung atau wisatawan nantinya.
"Kecamatan Panti ini dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa, salah satunya adalah aliran sungai yang jernih dengan arus yang sangat ideal untuk olahraga pemacu adrenalin seperti tubing. Melalui kerja bakti hari ini, kita ingin menunjukkan komitmen kuat bahwa pemerintah dan masyarakat siap bersinergi mengubah potensi yang tidur ini menjadi sumber pendapatan baru bagi desa," ujar Hendra Kusuma S.Sos M.M, Camat Panti, di sela-sela kegiatannya memantau pembersihan sungai.
Di tempat yang sama, Kepala Desa Panti turut menyampaikan rasa optimisnya yang tinggi. Menurutnya, pihak Pemdes telah merancang rencana matang terkait pengelolaan destinasi wisata tubing ini ke depan. Rencananya, pengelolaan penuh akan diserahkan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bekerja sama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat.
Aliran sungai di Desa Panti dinilai memiliki daya tarik yang sangat kompetitif. Selain airnya yang bersumber langsung dari pegunungan sehingga tetap jernih dan segar, topografi sungai menyajikan perpaduan antara arus jeram yang menantang dan bagian sungai yang tenang. Kombinasi ini dinilai sangat cocok untuk rekreasi keluarga maupun para pencinta petualangan.
Meski demikian, pihak pemdes menegaskan bahwa aspek keselamatan (safety) akan menjadi prioritas utama sebelum destinasi ini resmi dibuka untuk umum.
"Kami tidak ingin terburu-buru membuka tanpa persiapan yang matang. Setelah pembersihan material berbahaya hari ini selesai, kami akan mengundang ahli atau operator tubing berpengalaman untuk menguji kelayakan jalur. Kami ingin memastikan wisatawan yang datang tidak hanya pulang dengan rasa senang, tetapi juga dengan jaminan keselamatan yang pasti," kata Suryo, Kepala Desa Gelagahwero.
Antusiasme masyarakat lokal terlihat sangat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Warga menyadari betul bahwa keberadaan tempat wisata di desa mereka akan membawa dampak domino yang positif bagi perekonomian rumah tangga. Mulai dari peluang membuka warung makan, jasa pemandu, penyewaan ban, hingga penjualan produk-produk kerajinan UMKM khas Desa Panti.
Andri warga setempat mengekspresikan rasa bangganya terhadap inisiatif yang diambil oleh pemerintah kecamatan dan desa.
"Selama ini sungai ini hanya digunakan untuk mengairi sawah dan kadang tempat memancing. Kami sangat senang ketika pemerintah jeli melihat peluang ini. Kalau tempat ini ramai jadi wisata tubing, anak-anak muda di desa kami punya pekerjaan dan tidak perlu merantau lagi ke kota. Kami siap menjaga kebersihan sungai ini seterusnya," ungkapnya dengan penuh semangat. (jha)