logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata

Grebeg Suro Parade Jaranan Kepruk Jemberan, Melestarikan Warisan Budaya Lokal

  • 19 Juni 2026
  • Dibaca 49 Kali
Bagikan Via:
grebeg-suro-parade-jaranan-kepruk-jemberan-melestarikan-warisan-budaya-lokal-20260620

Grebeg Suro Parade Jaranan Kepruk Jemberan, Melestarikan Warisan Budaya Lokal

JEMBER, 19 JUNI 2026 – Semangat pelestarian budaya lokal kembali ditunjukkan melalui kegiatan Grebeg Suro Parade Jaranan Kepruk Jemberan yang digelar di Gapura Kampung Budaya, Jalan Madura, Karanganyar, Balung Lor, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, Oleh Sanggar Putra Tanjung, Jumat, 19 Juni 2026.

Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkenalkan sekaligus menjaga keberlangsungan kesenian Jaranan Kepruk Jemberan sebagai salah satu warisan budaya yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Jember.

Parade tersebut diikuti oleh para seniman, pelaku budaya, dan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional. Acara berlangsung meriah dengan penampilan berbagai kelompok jaranan yang menampilkan ragam gerak, musik, dan ekspresi khas yang menjadi identitas budaya Jember.

Grebeg Suro merupakan tradisi yang telah lama dikenal masyarakat Jawa sebagai momentum menyambut datangnya bulan Suro atau Muharam. Dalam kesempatan ini, tradisi tersebut dipadukan dengan pertunjukan Jaranan Kepruk Jemberan sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur.

Jaranan Kepruk Jemberan merupakan seni pertunjukan rakyat yang memadukan unsur tari, musik tradisional, dan simbol-simbol kehidupan masyarakat agraris. Kesenian ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial, menanamkan nilai gotong royong, serta memperkuat identitas budaya daerah.

Kegiatan yang berlangsung di Kampung Budaya Balung tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal kekayaan budaya daerahnya. Melalui parade ini, masyarakat diajak untuk memahami bahwa pelestarian budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab seniman, melainkan seluruh elemen masyarakat.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Agung Nugroho, S.Sos, menyampaikan bahwa Jaranan Kepruk Jemberan merupakan aset budaya yang memiliki nilai sejarah dan identitas kuat bagi masyarakat Jember.

“Jaranan Kepruk Jemberan adalah bagian dari kekayaan budaya yang harus terus dijaga, dilestarikan, dan dikenalkan kepada generasi muda. Melalui Grebeg Suro Parade Jaranan Kepruk Jemberan ini, kami ingin menunjukkan bahwa budaya lokal memiliki daya tarik dan nilai luhur yang tidak kalah dengan budaya modern. Kegiatan seperti ini menjadi ruang penting untuk memperkuat identitas budaya Jember sekaligus menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap warisan leluhurnya,” ujarnya.

Menurutnya, pelestarian budaya harus dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Dengan demikian, kesenian tradisional tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai dasarnya.

Melalui penyelenggaraan Grebeg Suro Parade Jaranan Kepruk Jemberan, Kabupaten Jember kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga keberagaman budaya yang dimiliki. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi agenda budaya yang terus berkembang serta menjadi media promosi untuk memperkenalkan Jaranan Kepruk Jemberan kepada masyarakat yang lebih luas, baik di tingkat regional maupun nasional. (af)

Galeri Foto