Guru Ngaji Antirogo Apresiasi Program Gus Fawait: Honor Mudah Diambil dan Diterima Utuh
- 11 Maret 2026
- Dibaca 286 Kali
Bagikan Via:
Guru Ngaji Antirogo Apresiasi Program Gus Fawait: Honor Mudah Diambil dan Diterima Utuh
JEMBER, 11 MARET 2026 - Program pemberian honorarium bagi guru ngaji muslim, guru kitab suci non-muslim, dan Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) dari Pemerintah Kabupaten Jember mendapat apresiasi dari para penerima manfaat. Selain meningkatkan kesejahteraan, mekanisme penyaluran honor dinilai semakin mudah dan dapat diterima secara utuh oleh para guru ngaji.
Penyaluran honorarium tersebut dilaksanakan secara serentak di sejumlah kecamatan dan kelurahan/desa pada Selasa, 10 Maret 2026, salah satunya di Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Sebanyak 52 guru ngaji di wilayah antirogo menerima honorarium dari Pemerintah Kabupaten Jember.
Haji Nur Hasan, salah satu penerima honorarium, guru ngaji di Masjid Al-Hidayah Antirogo, mengatakan bahwa penyaluran honor kali ini merupakan yang kedua pada masa kepemimpinan Bupati Jember Muhammad Fawait, setelah sebelumnya para guru ngaji menerima honor pada Juni 2025.
Menurutnya, mekanisme pengambilan honor saat ini jauh lebih mudah karena para guru ngaji tidak perlu lagi datang ke bank. “Pengambilan honor sekarang lebih mudah karena cukup di kantor kelurahan atau desa, tidak perlu lagi ke bank seperti sebelumnya,” ujarnya.
Selain itu, para guru ngaji juga dapat menerima honor secara utuh karena tidak harus menyisakan saldo minimal sesuai ketentuan aturan perbankan seperti ketika pencairan melalui rekening bank. “Sekarang kami bisa menerima utuh Rp1.500.000. Kalau lewat bank biasanya harus menyisakan saldo minimal Rp50.000 di ATM,” jelasnya.
Ia menilai kebijakan tersebut sangat membantu para guru ngaji, terutama yang selama ini harus menempuh jarak lebih jauh untuk mencairkan honor di bank.
Haji Nur Hasan sendiri telah lebih dari sepuluh tahun mengabdikan diri sebagai guru ngaji di Masjid Al-Hidayah yang beralamat di Jalan Sarangan, Lingkungan Trogo Wetan RT 02 RW 05, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari. Di masjid tersebut ia membina sekitar 22 santri yang belajar mengaji setiap hari selepas Maghrib hingga Isya.
Terkait pemanfaatan honor yang diterima dari Pemkab Jember, guru ngaji penerus dari almarhum Abah Khoiriyah pendiri Al-hidayah ini menuturkan bahwa sebagian honornya juga disisihkan untuk mendukung kegiatan belajar mengaji. “Sebagian honor biasanya saya sisihkan untuk membeli buku iqra dan kitab-kitab yang sudah mulai usang agar anak-anak bisa belajar dengan lebih baik,” ungkapnya.
Secara terpisah, Haji Hilman, tokoh agama sekaligus tokoh masyarakat setempat, berharap program honorarium bagi guru ngaji Pemkab Jember ini dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan.
“Program ini sangat baik jika dipertahankan, karena Jember merupakan kota yang religius, apalagi kalau ke depan bisa ditingkatkan. Kami berterima kasih kepada Gus Bupati Fawait atas perhatian kepada para guru ngaji,” ujarnya. (suk)