Guru Ngaji Desa Cakru Haru Terima Insentif, Bukti Kepedulian Pemerintah di Aula Kecamatan Kencong
- 13 April 2026
- Dibaca 124 Kali
Bagikan Via:
Guru Ngaji Desa Cakru Haru Terima Insentif, Bukti Kepedulian Pemerintah di Aula Kecamatan Kencong
JEMBER, 13 APRIL 2026 – Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti Aula Kecamatan Kencong saat penyaluran honor bagi para guru ngaji digelar. Di antara deretan penerima, sosok Siti Muawanah dari Desa Sacakru mencuri perhatian dengan kisah sederhana namun menyentuh tentang pengabdiannya sebagai pengajar Taman Pendidikan Al-Qur’an, Senin, 13 April 2026.
Dengan wajah teduh dan suara bergetar, Siti Muawanah mengungkapkan rasa terima kasihnya atas insentif yang diterima. Ia menyebut bantuan tersebut bukan sekadar nilai materi, melainkan bentuk perhatian dan penghargaan atas dedikasi para guru ngaji yang selama ini mengabdikan diri mendidik generasi muda.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada bapak Bupati yang sudah memperhatikan kami. Insentif ini sangat berarti bagi kami untuk terus semangat mengajar anak-anak,” tuturnya penuh haru.
Selama ini, Siti Muawanah dikenal sebagai sosok yang istiqomah mengajar anak-anak membaca Al-Qur’an di lingkungannya. Meski dengan keterbatasan sarana dan tanpa imbalan yang memadai, ia tetap menjalankan tugasnya dengan penuh keikhlasan. Baginya, melihat anak-anak mampu membaca dan memahami Al-Qur’an adalah kebahagiaan tersendiri yang tak ternilai.
Kegiatan penyaluran honor ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap para guru ngaji yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pendidikan keagamaan di masyarakat. Tidak hanya membantu secara ekonomi, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan semangat dan kualitas pembinaan keagamaan di tingkat desa.
Camat Kencong Ronny Arvianto dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para guru ngaji. Ia menegaskan bahwa peran guru ngaji sangat strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak dan beriman.
“Kami sangat menghargai dedikasi para guru ngaji yang telah mengabdikan diri dengan penuh keikhlasan. Insentif ini adalah bentuk perhatian pemerintah agar para guru ngaji tetap semangat dalam mendidik anak-anak. Kami berharap program ini dapat terus berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Camat Kencong juga menekankan bahwa keberadaan guru ngaji tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing moral dan penjaga nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Di balik sederhana kegiatan tersebut, tersimpan cerita-cerita ketulusan dan pengabdian yang menjadi fondasi kuat bagi masa depan generasi bangsa. Sosok seperti Siti Muawana menjadi pengingat bahwa perubahan besar sering kali dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan hati yang ikhlas. (fur)