Yeni Ramawati Terima KKS, Transformasi Penyaluran Bantuan PKH di Kencong Semakin Transparan dan Mudah Diakses
- 06 Mei 2026
- Dibaca 135 Kali
Bagikan Via:
Yeni Ramawati Terima KKS, Transformasi Penyaluran Bantuan PKH di Kencong Semakin Transparan dan Mudah Diakses
JEMBER, 06 MEI 2026 – Proses transformasi penyaluran bantuan sosial terus menunjukkan perkembangan signifikan di Kecamatan Kencong. Melalui program migrasi dari sistem tunai ke nontunai, pemerintah kini menyalurkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Yeni Ramawati dari 80 KPM yang disalurkan pada hari ini di Aula Kecamatan Kencong, Rabu 06 Mei 2026.
Penyaluran KKS ini merupakan bagian dari kebijakan nasional untuk meningkatkan akuntabilitas, transparansi, serta efisiensi dalam distribusi bantuan sosial. Dengan menggandeng perbankan, bantuan yang sebelumnya disalurkan secara tunai di kantor POS kini langsung masuk ke rekening masing-masing penerima, dalam hal ini Bank Mandiri, sehingga meminimalisir risiko keterlambatan maupun potensi penyalahgunaan.
Bagi Yeni Ramawati, perubahan ini menjadi pengalaman baru sekaligus membawa kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengaku bersyukur karena bantuan yang diterima kini lebih praktis diakses.
“Alhamdulillah sangat membantu. Sekarang lebih mudah karena bantuan langsung masuk ke rekening. Saya bisa mengambil sesuai kebutuhan, tidak harus sekaligus seperti dulu,” ungkap Yeni dengan wajah penuh rasa syukur.
Ia juga menceritakan bahwa di awal penerapan sistem KKS, dirinya sempat merasa bingung, terutama dalam penggunaan kartu dan proses transaksi di ATM. Namun, berkat pendampingan yang diberikan, kini ia sudah mulai percaya diri.
“Awalnya memang bingung, tapi setelah dijelaskan dan didampingi, sekarang sudah mengerti. Bisa ambil di ATM atau lewat agen bank juga,” tambahnya.
Pendamping PKH Kecamatan Kencong, Wiwin Dwi Lestari, menegaskan bahwa proses pendampingan menjadi kunci utama dalam keberhasilan migrasi sistem ini. Ia bersama tim secara aktif mendampingi para KPM, mulai dari proses aktivasi KKS hingga edukasi penggunaan kartu.
“Kami tidak hanya membagikan kartu, tetapi juga memastikan setiap KPM memahami cara penggunaannya. Mulai dari aktivasi, cara cek saldo, hingga proses pencairan bantuan. Ibu Yeni adalah salah satu contoh KPM yang kini sudah mulai mandiri,” jelas Wiwin.
Menurut Wiwin, perubahan dari sistem tunai ke nontunai bukan sekadar perubahan teknis, melainkan juga bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Dengan adanya rekening pribadi, para penerima bantuan diharapkan dapat lebih bijak dalam mengelola keuangan.
“Kami ingin KPM tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga belajar mengelola keuangan secara sederhana. Dengan sistem ini, mereka memiliki kontrol penuh atas bantuan yang diterima dan tidak lagi bergantung pada pihak lain,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pendamping PKH akan terus melakukan monitoring dan evaluasi untuk memastikan seluruh KPM dapat beradaptasi dengan baik terhadap sistem baru ini.
Transformasi penyaluran bantuan melalui KKS di Kecamatan Kencong sendiri terus berjalan secara bertahap. Pemerintah menargetkan seluruh KPM dapat segera beralih ke sistem nontunai agar penyaluran bantuan menjadi lebih tepat sasaran, aman, dan tepat waktu.
Dengan adanya sistem ini, diharapkan tidak hanya meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Bagi Yeni Ramawati dan KPM lainnya, KKS bukan sekadar kartu, melainkan jembatan menuju kemudahan akses dan pengelolaan bantuan yang lebih baik di masa depan. (gfr)