logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Jenggawah

Guru Ngaji di Jenggawah Terima Honor Rp1,5 Juta, Warga Nilai Perhatian Bupati Jember Kian Terasa

  • 11 Maret 2026
  • Dibaca 352 Kali
Bagikan Via:
guru-ngaji-di-jenggawah-terima-honor-rp15-juta-warga-nilai-perhatian-bupati-jember-kian-terasa-20260312

Guru Ngaji di Jenggawah Terima Honor Rp1,5 Juta, Warga Nilai Perhatian Bupati Jember Kian Terasa

JEMBER, 11 MARET 2026 - Pemerintah Kabupaten Jember terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pendidikan keagamaan berbasis masyarakat melalui penyaluran honorarium bagi para tokoh keagamaan.

Pada Rabu 11 Maret 2026, penyaluran honor bagi guru ngaji, guru kitab suci, dan Petugas Pembantu Pencatat Nikah (P3N) dilaksanakan secara bergiliran di tiga desa di Kecamatan Jenggawah, yakni Desa Sruni, Desa Jatisari, dan Desa Jatimulyo.

Kegiatan dimulai sejak pukul 09.00 WIB di masing-masing kantor desa dengan melibatkan unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, aparat keamanan, serta petugas dari Bank Jatim.

Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 110 guru ngaji di Desa Jatisari menerima honorarium masing-masing sebesar Rp1.500.000.

Bantuan ini merupakan penyaluran tahap kedua pada masa kepemimpinan Bupati Jember Muhammad Fawait, sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap pengabdian para tokoh keagamaan di masyarakat.

Camat Jenggawah, Soetjahyo, menyampaikan bahwa keberadaan guru ngaji, guru kitab suci, dan P3N memiliki peran strategis dalam kehidupan sosial masyarakat.

Mereka tidak hanya mengajarkan pendidikan agama, tetapi juga menjadi figur panutan dalam membangun nilai-nilai moral dan kebersamaan di lingkungan desa.

“Para guru ngaji dan tokoh keagamaan memiliki kontribusi besar dalam membina masyarakat, terutama dalam pendidikan keagamaan di tingkat desa. Penyaluran honorarium ini merupakan bentuk apresiasi dan perhatian pemerintah daerah atas pengabdian mereka,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa perhatian terhadap para tokoh keagamaan sejalan dengan komitmen kepemimpinan daerah dalam memperkuat pendidikan agama di masyarakat.

Sosok Bupati Jember Muhammad Fawait, yang dikenal sebagai putra kiai atau “gus”, dinilai memiliki kedekatan dengan lingkungan pesantren serta komunitas guru ngaji dan pengajar kitab suci.

Kedekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan para tokoh agama dalam membangun karakter masyarakat yang religius dan berakhlak. (FND)

Salah satu penerima honorarium, Abdul (56), guru ngaji di Desa Jatisari, mengaku bersyukur atas perhatian Bupati Jember, Muhammad Fawait, terhadap para pengajar agama di tingkat desa.

“Alhamdulillah kami merasa sangat diperhatikan. Bantuan ini tentu sangat berarti bagi kami. Semoga pemerintah terus mendukung kegiatan pendidikan agama di masyarakat” tuturnya.

Selama ini, pendidikan keagamaan di tingkat desa banyak bertumpu pada peran para guru ngaji dan pengajar kitab suci yang mengajar di masjid, mushola, maupun di lingkungan rumah warga.

Melalui kegiatan tersebut, generasi muda diperkenalkan dengan nilai-nilai agama sekaligus dibimbing dalam pembentukan karakter.

Pemerintah Kabupaten Jember berharap penyaluran honorarium ini tidak hanya menjadi bentuk bantuan finansial, tetapi juga menjadi dorongan semangat bagi para tokoh keagamaan untuk terus mengabdikan diri dalam memperkuat pendidikan agama di tengah masyarakat.

Kegiatan penyaluran honor guru ngaji di Kecamatan Jenggawah berlangsung dengan tertib dan lancar, serta mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. (fnd)