Gus Fawait Ajak Mahasiswa Jember di Yogyakarta Jadi Duta Daerah, Promosikan Potensi dan Kawal Pembangunan dengan Kritik Konstruktif
- 06 Juni 2026
- Dibaca 20 Kali
Bagikan Via:
Gus Fawait Ajak Mahasiswa Jember di Yogyakarta Jadi Duta Daerah, Promosikan Potensi dan Kawal Pembangunan dengan Kritik Konstruktif
YOGYAKARTA, 06 JUNI 2026 – Komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam membangun komunikasi dan memperkuat hubungan dengan generasi muda kembali ditunjukkan melalui kunjungan Bupati Jember, Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., ke Asrama Putra Jember yang berada di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat 05 Juni 2026.
Kunjungan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah dengan mahasiswa asal Jember yang sedang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta. Tercatat sekitar 200 mahasiswa asal Jember saat ini tengah menjalani studi di Kota Pelajar tersebut.
Dalam kegiatan itu, Bupati Jember yang akrab disapa Gus Fawait hadir bersama sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Jember, di antaranya Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember Lingga Diputra, S.Sos., Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Plt. Kepala BKPSDM, Wakil Direktur Keuangan PDP, Kepala Bagian Umum, serta Kepala Bagian Perekonomian.
Di hadapan para mahasiswa, Gus Fawait menegaskan bahwa keberadaan mahasiswa Jember di luar daerah bukan hanya sebagai individu yang sedang menempuh pendidikan, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai representasi dan wajah Kabupaten Jember di lingkungan akademik maupun masyarakat luas.
Menurutnya, mahasiswa memiliki kapasitas intelektual yang dapat dimanfaatkan untuk membantu memperkenalkan berbagai potensi unggulan Kabupaten Jember kepada masyarakat luar daerah. Mulai dari sektor pariwisata, pertanian, perkebunan, industri kreatif, hingga perkembangan UMKM yang terus tumbuh dan berkembang.
“Mahasiswa Jember yang berada di Yogyakarta harus menjadi duta daerah. Kenalkan Jember kepada teman-teman dari berbagai daerah. Sampaikan bahwa Jember memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan dan menjadi kebanggaan masyarakatnya,” ujar Gus Fawait.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti program beasiswa pendidikan yang saat ini telah diterima oleh sebagian mahasiswa asal Jember. Dari sekitar 200 mahasiswa yang berada di Yogyakarta, sebanyak 19 mahasiswa tercatat menerima bantuan beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Jember.
Gus Fawait berharap mahasiswa penerima beasiswa dapat menjadi motor penggerak dalam membangun komunikasi serta melakukan sosialisasi kepada sesama mahasiswa asal Jember. Dengan demikian, manfaat program pemerintah dapat diketahui secara luas dan menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi.
Selain mendorong mahasiswa menjadi agen promosi daerah, Bupati Jember juga membuka ruang dialog yang konstruktif. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak anti terhadap kritik. Bahkan, mahasiswa diminta untuk aktif memberikan masukan terhadap berbagai kebijakan yang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Jember.
Namun demikian, kritik yang disampaikan harus tetap mengedepankan etika, data, dan semangat membangun daerah. Menurutnya, kritik yang baik merupakan bagian dari proses demokrasi yang sehat dan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kalau ada kebijakan yang dianggap kurang tepat, silakan dikritisi. Tetapi kritik harus dilakukan dengan baik, santun, dan bertujuan membangun. Jangan sampai justru mengolok-olok atau menjatuhkan nama baik daerah sendiri,” tegasnya.
Kunjungan ke Asrama Putra Jember ini juga menjadi kesempatan bagi Gus Fawait untuk melihat secara langsung kondisi serta aktivitas mahasiswa asal Jember yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta. Melalui dialog terbuka, mahasiswa dapat menyampaikan berbagai aspirasi, harapan, maupun tantangan yang mereka hadapi selama menjalani pendidikan di perantauan.
Pemerintah Kabupaten Jember berharap sinergi yang terjalin antara pemerintah dan mahasiswa dapat terus diperkuat. Kehadiran mahasiswa sebagai kelompok intelektual dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah melalui ide, gagasan, inovasi, serta kontribusi nyata yang dapat diberikan kepada masyarakat.
Secara terpisah, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Jember, Lingga Diputra, S.Sos., mengapresiasi langkah Bupati Jember yang secara langsung menyempatkan diri mengunjungi mahasiswa asal Jember di Yogyakarta. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap generasi muda yang sedang mempersiapkan diri menjadi calon pemimpin masa depan.
Lingga menilai komunikasi yang terbangun antara pemerintah daerah dan mahasiswa sangat penting dalam memperkuat rasa memiliki terhadap daerah asal. Ia berharap mahasiswa Jember di Yogyakarta dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyebarluaskan informasi positif mengenai Kabupaten Jember sekaligus menjadi agen pemersatu yang mampu menjaga semangat kebangsaan dan persatuan.
“Mahasiswa merupakan aset daerah yang sangat berharga. Mereka tidak hanya membawa nama pribadi dan keluarga, tetapi juga membawa nama Kabupaten Jember. Karena itu, kami berharap mereka dapat menjadi agen perubahan yang memberikan kontribusi positif serta ikut memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas,” ungkap Lingga.
Melalui kunjungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Jember menunjukkan komitmennya dalam membangun hubungan yang erat dengan mahasiswa di perantauan. Sinergi antara pemerintah dan generasi muda diharapkan mampu menjadi kekuatan besar untuk mempercepat pembangunan daerah sekaligus meningkatkan citra positif Kabupaten Jember di tingkat nasional. (but)