logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

Hasil Coaching AMPSR di RSD Balung Jadi Pijakan Perbaikan Layanan Maternal dan Neonatal untuk Tekan AKI-AKB

  • 29 Agustus 2026
  • Dibaca 20 Kali
Bagikan Via:
hasil-coaching-ampsr-di-rsd-balung-jadi-pijakan-perbaikan-layanan-maternal-dan-neonatal-untuk-tekan-aki-akb-20260831

Hasil Coaching AMPSR di RSD Balung Jadi Pijakan Perbaikan Layanan Maternal dan Neonatal untuk Tekan AKI-AKB

JEMBER, 29 AGUSTUS 2026 – Hasil telaah kasus dan rekomendasi dari Coaching Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respons (AMPSR) di Rumah Sakit Daerah (RSD) Balung menjadi pijakan untuk menentukan langkah perbaikan pelayanan maternal dan neonatal di Kabupaten Jember.

Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Jember bersama RSD Balung dan pihak terkait selanjutnya diharapkan menindaklanjuti rekomendasi yang dihasilkan dalam proses audit tersebut. Langkah ini penting agar AMPSR tidak berhenti sebagai evaluasi kasus, tetapi berlanjut pada perbaikan pelayanan di lapangan.

Coaching AMPSR digelar di Aula RSD Balung Jember, Kamis 27 Agustus 2026. Kegiatan tersebut melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Dinkes PPKB Jember, RISE, dan RSD Balung. Coaching menghadirkan dr. Erlin, Sp.OG, Subsp. Obginsos, MM sebagai coach.

Dalam kegiatan tersebut, peserta dibagi menjadi dua kelompok, yakni tim maternal dan tim neonatal. Masing-masing kelompok melakukan audit atau telaah terhadap kasus yang dibahas dengan mengidentifikasi persoalan, faktor penyebab, serta aspek pelayanan yang masih perlu diperbaiki.

Dari proses telaah itu, peserta menyusun sejumlah rekomendasi. Rekomendasi tersebut kemudian menjadi bagian penting dari tahapan selanjutnya, yakni memastikan persoalan yang ditemukan dalam audit mendapatkan tindak lanjut sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawab masing-masing pihak.

Perwakilan Dinkes PPKB Jember, dr. Dandy, mengatakan pelaksanaan AMPSR di RSD Balung diharapkan memberikan pembelajaran sekaligus menghasilkan audit yang lebih tepat sasaran.

“Dinas kesehatan di sini memastikan hasil dari AMPSR yang sudah berjalan di RSD Balung. Harapannya kita semua bisa belajar tentang AMPSR yang lebih tepat sasaran agar kasus AKI maupun AKB dapat diminimalisir, karena penguatan AMPSR ini dimonitor langsung oleh Kementerian Kesehatan,” ujar Dandy.

Menurut dia, penguatan AMPSR menjadi bagian penting dalam upaya menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Karena itu, hasil audit perlu diterjemahkan menjadi perbaikan konkret terhadap pelayanan yang berkaitan dengan kasus maternal dan neonatal.

Tahapan tersebut menjadi penting karena tujuan AMPSR bukan sekadar mengetahui apa yang terjadi dalam suatu kasus. Lebih dari itu, proses audit diarahkan untuk menemukan persoalan dan faktor penyebab, kemudian memastikan adanya perubahan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.

Dengan demikian, AMPSR diharapkan berjalan sebagai siklus yang berkelanjutan, mulai dari menemukan kasus, melakukan telaah, mengidentifikasi faktor penyebab, menyusun rekomendasi, hingga memastikan rekomendasi tersebut dilaksanakan.

Tindak lanjut hasil coaching juga diharapkan memperkuat koordinasi antara Dinkes PPKB Jember, RSD Balung, serta pihak terkait lainnya. Perbaikan yang dilakukan dari hasil audit menjadi bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan maternal dan neonatal di Kabupaten Jember.

Pada akhirnya, keberhasilan AMPSR tidak hanya diukur dari terselenggaranya audit, tetapi juga dari sejauh mana rekomendasi tersebut mampu mendorong perubahan pelayanan dan mencegah terulangnya kasus yang sama. (fam)

Galeri Foto