Home Care Banjarsengon Sasar Tiga Warga Rentan, Wujudkan Program Prioritas Bupati Jember
- 03 Oktober 2026
- Dibaca 23 Kali
Bagikan Via:
Home Care Banjarsengon Sasar Tiga Warga Rentan, Wujudkan Program Prioritas Bupati Jember
JEMBER, 03 OKTOBER 2026 - Jumat pagi, 02 Oktober 2026, bukan hari biasa bagi tiga warga di Kelurahan Banjarsengon, Kecamatan Patrang. Di saat sebagian warga memulai aktivitas, tim kelurahan dan Puskesmas justru memulai perjalanan dari pintu ke pintu.
Program Home Care dan Penyaluran Bantuan Lansia dan Disabilitas kembali digelar. Sasarannya bukan di aula atau balai, tapi langsung di rumah warga. Tiga penerima manfaat hari ini adalah Rakna (Disabilitas Intelektual) di Jl. Sriti, Nisma (Lansia) di Lingkungan Gendir, dan Saman alias Pak Ti (77) di Lingkungan Kebon Kidul.
Bagi Saman P.Ti, kunjungan itu lebih dari sekadar bantuan. Pria sepuh yang hidup di Kebon Kidul itu tak menyangka rumah sederhananya didatangi langsung oleh jajaran kelurahan.
“Terima kasih banyak kepada Bapak Bupati Jember atas perhatiannya kepada kami para lansia. Bantuan yang disalurkan melalui Kelurahan Banjarsengon dan Puskesmas ini sangat membantu. Semoga Bapak Bupati sehat selalu dan Jember semakin peduli wong cilik,” ucap Saman dengan mata berkaca-kaca saat ditemui tim.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Lurah Banjarsengon, Sudik Haryono, S.Sos., M.Si., bersama Sekel Arik Riyantono dan staf kelurahan Joko Suyitno, serta didampingi Kepala UPTD Puskesmas Banjarsengon, dr. Triningtyas Ninik Widyawati yang akrab disapa dr. Ninik.
Lurah Sudik menegaskan, metode kunjungan langsung adalah kunci agar bantuan tepat sasaran dan juga Program Prioritas Gus Bupati Jember.
"Program Home Care ini adalah wujud kehadiran negara di tengah masyarakat. Kami di Kelurahan Banjarsengon bersama Puskesmas akan memastikan bantuan sampai langsung ke rumah warga yang membutuhkan, tepat sasaran dan penuh empati. Terima kasih kepada semua pihak yang mendukung," kata Sudik Haryono.
Menurutnya, banyak lansia dan penyandang disabilitas yang kesulitan mengakses layanan karena keterbatasan fisik. Dengan home care, negara yang mendatangi mereka, bukan sebaliknya.
Di bawah komando dr. Ninik, tim Puskesmas juga melakukan pemeriksaan kesehatan ringan sekaligus pendataan kebutuhan lanjutan. Pendekatan ini dinilai lebih humanis, karena tidak hanya menyalurkan bantuan sosial, tapi juga memastikan kondisi kesehatan para lansia terpantau.
Bagi warga seperti Pak Saman, bantuan itu bukan soal nominal. Itu soal rasa diperhatikan. Di usia senjanya, diketuknya pintu rumah oleh lurah dan dokter adalah bukti bahwa ia tidak dilupakan.
Jadwal home care dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, menyusuri gang-gang di Sriti hingga Kebon Kidul. Sebuah ikhtiar kecil dari ujung kelurahan, yang dampaknya besar bagi mereka yang menanti di balik pintu. (sgk)